Flash News
No posts found

Malu, Banyak PR Diprediksi Tak Tuntas

Aktivitas di TPI Tasikagung Rembang. Perubahan Perda Pengelolaan TPI terancam mangkrak.

Aktivitas di TPI Tasikagung Rembang. Perubahan Perda Pengelolaan TPI terancam mangkrak.

Rembang – Perubahan peraturan daerah No 04 tahun 2009 tentang pengelolaan tempat pelelangan ikan (TPI) dipastikan molor, karena rancangan Perdanya terlambat diserahkan oleh Pemkab kepada DPRD Rembang.

Ketua Badan Legislasi DPRD Rembang, Puji Santoso menuturkan dari 10 Raperda yang telah ditandatangani ketua dewan dalam program legislasi daerah, sampai Jumat siang (13/6) baru menerima 4 rancangan Perda, seperti cagar budaya, sistem pelayanan publik, termasuk pengelolaan TPI yang baru masuk. Sedangkan 6 sisanya belum diterima DPRD. Padahal kebanyakan Raperda itu hanya mengubah sejumlah pasal, sehingga tidak memakan waktu lama.

Sejak awal pembahasan 10 raperda itu akan dilaksanakan secara bersama sama, melalui sejumlah tim panitia khusus. Tidak bisa ditangani satu per satu. Karena sebagian besar belum masuk, maka tahapan belum bisa dimulai. Ia pribadi sebenarnya malu dengan masyarakat, terutama kaum nelayan. Puji khawatir hingga DPRD periode sekarang habis masa jabatannya bulan Agustus mendatang, belum selesai disahkan.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Rembang, Nurwakid mengaku kecewa. Kalau perubahan Perda pengelolaan TPI tidak segera tuntas, koperasi unit desa (KUD) nelayan akan semakin kelimpungan, gara gara terus menalangi dana bantuan sosial. Ia mencontohkan ketika terjadi nelayan meninggal dunia kecelakaan di laut, KUD musti cepat memberikan uang santunan.

Nurwakid menambahkan Perda pengelolaan TPI perlu diubah, salah satunya mengenai mekanisme pencairan dana bantuan sosial. Semula harus menunggu pengesahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), nantinya akan langsung masuk rekening KUD, supaya lebih cepat. Menurutnya DPRD dan Pemkab Rembang harus intensif berkoordinasi, jangan saling menunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *