Flash News
No posts found

Dislutkan Tolak Ganti Rugi, Nelayan Geram

Sebuah kapal melintas di dekat tumpukan batu, ujung utara proyek reklamasi pelabuhan perikanan pantai Tasikagung.

Sebuah kapal melintas di dekat tumpukan batu, ujung utara proyek reklamasi pelabuhan perikanan pantai Tasikagung.

Rembang – Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang menolak memberikan uang ganti rugi, kalau ada kapal nelayan yang tenggelam, gara gara menghantam ceceran batu di sekitar dermaga Pelabuhan Tasikagung.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman menuturkan ceceran batu dalam pengurukan pelabuhan perikanan pantai (PPP) Tasikagung, masih tanggung jawab pelaksana proyek. Pihaknya kerap memerintahkan agar segera dibersihkan. Ia membantah terjadi kesalahan prosedur selama pengurukan pantai, karena ceceran batu merupakan dampak dari ombak angin timuran. Pihaknya optimis kalau penataan kawasan pelabuhan selesai, masalah semacam itu tidak akan muncul lagi.

Seorang nelayan yang biasa menyandarkan kapalnya di Pelabuhan Tasikagung, Abdul Hamid mengaku kecewa, lantaran tidak ada satupun pihak mau bertanggung jawab, padahal sudah banyak kapal tenggelam.

Satu kapal biasanya menelan biaya pengangkatan dan perbaikan antara Rp 50 sampai dengan Rp 100 juta. Tidak hanya pemilik kapal yang rugi, nelayanpun harus berhenti melaut, menunggu perbaikan selesai. Hal itu tidak akan terjadi, jika seandainya sejak awal pelaksana proyek dan Pemkab Rembang cepat tanggap. Abdul berharap dipasang semacam beton pembatas, agar batu tidak tercecer.

Pantauan Reporter R2B, hari Sabtu (14 Juni 2014) sudah tidak ada aktivitas pengurukan pantai di utara TPI Tasikagung.

Dari hasil reklamasi itu, telah terbangun tempat pelelangan ikan baru, dua stasiun pengisian bahan bakar nelayan, ruko tempat berjualan dan ruang pendingin ikan. Masih cukup banyak sisa lahan, untuk pengembangan kedepan, mengejar target kenaikan status dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara, seperti layaknya Pelabuhan di Pekalongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *