Flash News
No posts found

Katawi Terkenal Spesialis, Jejak Identitas Nanang Ditelusuri

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Nur Ali (kanan) menunjukkan pistol milik komplotan tersangka pelaku Curas (solopos.com).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Nur Ali (kanan) menunjukkan pistol milik komplotan tersangka pelaku Curas (solopos.com).

Lasem – Petugas Polda Jawa Tengah menangkap dua orang warga desa Dorokandang Kec. Lasem, karena diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (Curas). Keduanya yakni Katawi (44 tahun) dan Nanang Suryanto (26 tahun). Kaki Nanang ditembak, karena melawan ketika akan ditangkap.

Tersangka dibekuk bersama anggota komplotan daerah lain, seperti Brebes, Purbalingga, Wonosobo, Banyumas dan Magelang. Menurut hasil penyelidikan Polda Jawa Tengah, komplotan ini cukup berbahaya, karena setiap beraksi mengincar juragan juragan besar, selalu membawa senjata api. Dari tangan kelompok tersebut, polisi menyita 4 pucuk pistol dan uang tunai Rp 48 juta. Khusus tersangka dari desa Dorokandang, diamankan saat berada di luar Lasem.

Sabtu pagi (14 Juni 2014) kami mengonfirmasi kepala desa Dorokandang Kec. Lasem, Suwito. Kalau Katawi, ia membenarkan sebagai warganya, karena kebetulan dekat dengan rumahnya. Katawi sejak tiga tahun lalu meninggalkan anak dan isteri, tetapi masih tercatat penduduk desa Dorokandang. Baru baru ini, surat pemberitahuan tertulis dari Polda sudah diterima oleh pihak keluarga.

Ia sebatas berharap masyarakat mencari pekerjaan yang baik, agar tidak muncul Katawi Katawi lain. Penghasilan sedikit tidak masalah, asalkan hidup tenang, tak berurusan dengan proses hukum.

Sedangkan untuk Nanang Suryanto, Kades Dorokandang belum bisa memastikan apakah warganya atau bukan. Perangkat desa setempat diminta ikut menelusuri.

Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada mengaku mendengar penangkapan warga desa Dorokandang melalui media massa. Kasus ditangani langsung Polda Jawa Tengah, karena melibatkan jaringan lintas daerah. Namun menurut riwayat catatan kriminal Katawi, dulu termasuk pencuri spesialis sarang burung walet dan sebelumnya juga pernah masuk penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *