Flash News
No posts found

Ditolak, Tuntutan Masuk Ring Satu

Dua orang pekerja melintasi lahan yang akan menjadi tapak pabrik semen PT Semen Indonesia.

Dua orang pekerja melintasi lahan yang akan menjadi tapak pabrik semen PT Semen Indonesia.

Gunem – Sejumlah warga desa Suntri Kec. Gunem mendesak PT Semen Indonesia, agar desa Suntri dimasukkan dalam kawasan ring satu, bukan ring dua. Posisi Suntri berada di sebelah timur desa Tegaldowo, sehingga mereka menganggap tuntutan itu masih wajar.

Kepala Desa Suntri Kec. Gunem, Siswoyo mengaku sering mendengar keluh kesah masyarakat. Alasannya, kalau masuk ring satu, lebih mendapatkan prioritas pekerjaan, terutama ketika pabrik beroperasi tahun 2016 mendatang. Pihaknya pernah bertemu manajemen PT Semen Indonesia, untuk menyampaikan usulan tersebut. Manajemen berjanji, meski masuk ring dua, Suntri tidak akan diabaikan.

Siswoyo mengklaim sejak awal mayoritas warga Suntri mendukung rencana pembangunan pabrik semen. Kalaupun ada yang bersikap menolak, mungkin hanya karena kurang sosialisasi.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto menanggapi bahwa penentuan desa desa ring satu, telah melewati sejumlah kajian. Bukan semata mata karena jaraknya berdekatan lokasi tambang dan tapak pabrik, namun yang paling utama seberapa besar tingkat ketersentuhan langsung dengan kegiatan produksi semen.

Desa ring satu sekitar pabrik semen, meliputi desa Kajar, Pasucen, Timbrangan, Tegaldowo Kec. Gunem dan desa Kadiwono Kec. Bulu.

Agung Wiharto menambahkan dampak positif tidak akan dirasakan warga ring satu saja. Tetapi diluar pemberian dana sosial perusahaan, masih banyak peluang seperti membuka warung makan, penginapan atau tempat kost. Tinggal bagaimana masyarakat pintar memanfaatkan kesempatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *