Flash News
No posts found

Tak Terpengaruh Kasus Salim, Pendapatan Dipertanyakan

Kegiatan bongkar muat bahan tambang di Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke.

Kegiatan bongkar muat bahan tambang di Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke.

Sluke – Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bonang di desa Sendangmulyo Kec. Sluke tidak akan berhenti, meski tokoh penggeraknya Bupati Rembang non aktif, Moch. Salim menjalani proses persidangan atas dakwaan kasus korupsi.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengakui Pelabuhan Tanjung Bonang memang tak bisa dipisahkan dengan jasa jasanya Moch. Salim. Begitu tersandung masalah hukum, tongkat estafet tentu dilanjutkan oleh Pelaksana Tugas Bupati, Abdul Hafidz dibantu sejumlah dinas terkait.

Suyono menambahkan tahun ini pemerintah pusat kembali mengucurkan dana Rp 10 miliar, untuk menata akses jalan di dalam pelabuhan dan membangun mushola. Proses pengurukan pantai atau reklamasi oleh sejumlah investor, juga masih terus berlangsung. Saat ini tahapan pembangunan telah memasuki 40 %. Sesuai rencana jangka panjang, Pelabuhan Tanjung Bonang akan digarap sampai tahun 2020. Begitu selesai, masalah keamanan akan menjadi perhatian utama. Tidak sekedar mendirikan Pos Angkatan laut, tetapi kelasnya sudah Pangkalan Angkatan Laut.

Anggota DPRD Rembang dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Noor Hasan mengaku masih ragu kejelasan masa depan pelabuhan. Termasuk apakah sudah tercantum dalam peta pelayaran nasional atau belum. Hal itu penting, untuk meyakinkan masyarakat dunia luar.

Lebih lanjut Noor Hasan berharap Pemkab Rembang terbuka membeberkan pengelolaan pelabuhan. Karena tujuan pembangunan, meningkatkan perekonomian kabupaten Rembang, maka pendapatan yang diterima, harus masuk ke kas daerah. Belakangan aktivitas bongkar muat bahan tambang di pelabuhan kian ramai, tapi pihaknya belum pernah menerima informasi berapa besar pendapatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *