Flash News
No posts found

Protes Dengan Aksi Telanjang, Yang Pro Banjiri Dukungan

Seorang wanita jatuh pingsan, ketika demo menolak pabrik semen. (gambar atas) Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz melakukan peletakan batu pertama pabrik semen.

Seorang wanita jatuh pingsan, ketika demo menolak pabrik semen. (gambar atas) Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz melakukan peletakan batu pertama pabrik semen.

Rembang – Puluhan wanita dari desa Tegaldowo dan Timbrangan Kec. Gunem, hari Senin (16 Juni 2014) menggelar demo memprotes rencana pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia. Sejumlah peserta aksi jatuh pingsan, sedangkan yang lainnya berteriak teriak histeris. Bahkan seorang wanita nekat telanjang.

Aksi berlangsung di dekat jalan masuk menuju tapak pabrik semen, tengah hutan desa kadiwono Kec. Bulu, perbatasan kabupaten Rembang dan Kab. Blora. Massa menolak pembangunan pabrik semen, khawatir nantinya merusak lingkungan. Mereka bertekad tidak akan pulang, sebelum investor menarik seluruh alat berat proyek.

Kapolres Rembang, Muhammad Kurniawan mengatakan demo tersebut tidak berizin. Meski demikian pihaknya bersikap persuasif, sebatas mengamankan lokasi. Massa diminta tidak menghalangi jalan, karena banyak tamu undangan melintas. Polres secara khusus menyiagakan Polwan, untuk melakukan negosiasi. Tawaran agar korban pingsan menjalani perawatan, justru ditolak.

Sementara itu kegiatan doa bersama dan peletakan batu pertama pabrik berjalan lancar. Menurut rencana pabrik senilai hampir Rp 4 triliun tersebut, beroperasi pada awal tahun 2017. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan semen nasional yang terus meningkat.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku bingung pihaknya dituding membantu perusakan lingkungan. Padahal ingin mendongkrak perekonomian. Kalau investasi masuk, pendapatan diterima, uangnya untuk membangun daerah. Ia meminta masyarakat jangan berpikiran negatif terhadap pembangunan pabrik. Hafidz berjanji akan menjadi orang pertama yang akan menegur PT Semen Indonesia, apabila melanggar aturan dan tidak memberdayakan masyarakat sekitar.

Seorang warga desa Pasucen Kec. Gunem, Siman menganggap sebagian besar masyarakat mendukung pabrik semen. Ia berharap proyek tetap jalan terus.

Direktur Utama PT Semen Indonesia, Dwi Sutjipto menjelaskan tapak pabrik menempati lahan seluas 55 hektar. Ia berjanji mengembangkan usaha, dengan mengutamakan kelestarian lingkungan. Polusi udara misalnya, pabrik mengoperasikan peralatan modern, untuk menangkap debu. Begitu pula penambangan, menerapkan aturan ketat. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), PT Semen Indonesia tak bisa main main.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *