Flash News
No posts found

Diramalkan Tak Separah Tahun Lalu

Debet air embung di desa Wiroto Kec. Kaliori masih mencukupi untuk dua bulan kedepan.

Debet air embung di desa Wiroto Kec. Kaliori masih mencukupi untuk dua bulan kedepan.

Rembang – Dampak bencana kekeringan tahun 2014 diramalkan tidak separah tahun lalu. Sekarang tampungan air di sebagian besar embung dan sumur masih ada, sehingga dapat dimanfaatkan setidaknya sampai bulan Agustus mendatang.

Kepala desa Pranti Kec. Sulang, Dahlan menjelaskan di desanya dua embung masih menyimpan cukup banyak air, apalagi setelah dua kali turun hujan deras, belum lama ini.

Masyarakat mengandalkan tidak hanya untuk mandi, cuci dan kakus (MCK), tetapi juga difungsikan sebagai sarana menopang kebutuhan minum ternak yang dianggap sama sama penting. Meski demikian pihaknya tetap berharap kelak memperoleh bantuan air bersih dari pemerintah, mengantisipasi kemarau panjang sampai bulan Oktober.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso mengemukakan instansinya telah mengumpulkan perwakilan aparat desa yang menjadi langganan kekeringan. Mereka mengaku terbantu proyek instalasi air Pamsimas, sehingga mengurangi beban masyarakat. Ia menimpali sampai hari Senin (16 Juni 2014), belum ada desa meminta bantuan air. Menurut kebiasaan, desa desa di kecamatan Kaliori, seperti Sidomulyo, Sambiyan dan sekitarnya paling awal mengajukan permintaan bantuan air.

Suharso menambahkan droping air bersih yang semula ditangani Bagian Kesra Pemkab Rembang, kini diserahkan kepada BPBD. Tahun 2014 dianggarkan Rp 260 juta, untuk pengadaan air 500 tangki lebih, bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *