Flash News
No posts found

Masalah Kian Melebar, Warga Terbelah

Pegawai Inspektorat memeriksa warga desa Bonang, Senin pagi.

Pegawai Inspektorat memeriksa warga desa Bonang, Senin pagi.

Lasem – Delapan orang warga desa Bonang kecamatan Lasem diperiksa petugas Inspektorat Kab. Rembang, Senin pagi (16 Juni 2014) di balai desa Bonang. Hal itu terkait laporan yang ditujukan kepada Kades Bonang, Syaiful Sodiqin, karena diduga melakukan sejumlah penyimpangan, termasuk penggunaan tanah aset desa, tanpa musyawarah.

Seorang warga desa Bonang, Ismanto mengaku ditanya oleh pegawai Inspektorat, setelah membangun mushola di atas tanah desa. Dirinya menjawab bahwa pembangunan atas inisiatif sendiri, bukan karena suruhan kepala desa maupun perangkat lain. Alasannya kala itu di dekat lokasi ada bengkel yang sangat ramai, sehingga menganggap keberadaan mushola akan bermanfaat bagi pengguna jalan.

Kalau ada warga desa bonang tidak setuju, Ismanto balik bertanya apakah bangunan akan dihancurkan?

Warga Bonang lainnya, Sri Subianti beda lagi. Ia mempertanyakan kejelasan pungutan biaya Rp 1.000 dalam setiap pengambilan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), yang konon untuk foto copy. Kepala desa jangan membeda bedakan antara warga pendukungnya dengan kubu kontra, kemungkinan buntut dari pemilihan kepala desa tahun lalu.

Sri Subianti berharap kehadiran inspektorat membantu menyelesaikan berbagai masalah yang melanda desa Bonang.

Kepala Desa Bonang, Syaeful Sodiqin enggan menanggapi tudingan sejumlah warga. Menurutnya di alam demokrasi, setiap orang berhak menyuarakan pendapat. Tapi apakah memang benar, ia menyerahkan kepada penilaian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *