Flash News
No posts found

Telan Korban, Lelang Nyaris Lumpuh

KM Puji Manunggal tenggelam di dekat dermaga pelabuhan Tasikagung.

KM Puji Manunggal tenggelam di dekat dermaga pelabuhan Tasikagung.

Rembang – Ombak besar di pesisir pantai utara Rembang mulai memakan korban materiil. Sebuah kapal nelayan yang ditambatkan di sebelah barat dermaga pelabuhan Tasikagung Rembang, tenggelam gara gara terjangan ombak besar dan angin kencang.

Kapal jenis cantrang tersebut bernama KM Puji Manunggal, milik Man Baut, warga Kelurahan Pacar Rembang. Kejadian bermula Minggu dini hari, ombak yang mengganas mengakibatkan tambatan kapal putus, kemudian antar kapal saling bertabrakan. Bagian lambung kapal pecah, sehingga air laut langsung menggelontor masuk. Sampai Senin siang (16 Juni 2014), badan kapal semakin karam, hanya terlihat bagian atas deknya. Anak buah kapal sudah berusaha mengangkat, dengan menggunakan blung jirigen. Tapi gagal dan sulit dievakuasi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung, Tukimin mengakui cuaca buruk di Laut Jawa berdampak terhadap sepinya pelelangan ikan. Hari Minggu kemarin, tak ada aktivitas pelelangan sama sekali, kemudian Senin (16 Juni 2014) hanya terdapat sebuah kapal melelangkan ikannya sebanyak 15 ton, senilai Rp 127 juta. Padahal saat kondisi ramai, jumlah kapal yang bongkar ikan belasan unit, dengan nilai raman sampai Rp 1 miliar lebih, sehingga penurunannya cukup drastis.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono menghimbau para nelayan mewaspadai cepatnya perubahan cuaca. Kalau memang sudah terlanjur berlayar, sebaiknya cepat berlindung ke pulau terdekat. Menurutnya Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), meramalkan ombak di pantai utara Jawa setinggi 2 – 3 meter selama 10 hari kedepan.

Letda Hartono menambahkan pantauan di pelabuhan Tasikagung, kebanyakan nelayan mematuhi himbauan untuk menghentikan aktivitas melaut sementara waktu. Tapi ada pula yang tetap nekat, biasanya ABK kapal mini pursesine. Mereka berspekulasi bekerja, alasannya untuk menyambung ekonomi sehari hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *