Flash News
No posts found

Terancam Dideportasi, Cande Laporkan PSIR

Bek PSIR, Cande Lansana (kanan) berbincang bincang dengan Christian Lenglolo, belum lama ini.

Bek PSIR, Cande Lansana (kanan) berbincang bincang dengan Christian Lenglolo, belum lama ini.

Rembang – Bek tengah asal Guiena, Cande Lansana melaporkan PSIR Rembang ke PSSI dan organisasi sepak bola dunia FIFA. Cande mengklaim gajinya pada musim kompetisi tahun lalu belum dibayar selama empat bulan dan musim kompetisi divisi utama tahun ini menunggak tiga bulan. Selain itu masalah kartu izin tinggal sementara (Kitas) miliknya ternyata tidak diurus pengelola PSIR, PT Rembang Sportindo Mandiri, sesuai janji awal. Akibatnya ia terancam dideportasi ke negaranya, karena masa berlaku Kitas sudah habis. Untuk mengurus baru, membutuhkan biaya Rp 45 juta.

Cande Lansana, Selasa siang (17 Juni 2014) menghubungi reporter R2B melalui sambungan telefon. Ia mengaku berada di Jakarta, untuk melaporkan masalah tersebut kepada PSSI dan meminta bantuan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), agar penyelesaian lebih cepat.

Soal Kitas, Cande melalui agennya berharap Imigrasi memberikan kelonggaran. Ia berjanji akan mematuhi aturan, setelah semua tunggakan gaji dengan manajemen PSIR tuntas. Lalu apakah masih tertarik membela Laskar Dampo Awang PSIR, hingga kompetisi divisi utama berakhir ? Cande enggan memikirkan PSIR. Pemain berusia 28 tahun ini ingin fokus mengurus izin tinggal dulu.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto memastikan tidak ada tunggakan gaji pemain musim lalu. Soal gaji musim ini, manajemen sudah berjanji akan mulai membayarkan hak pemain, tanggal 20 Juni 2014. Memang perlu bersabar, karena menggalang dana lumayan besar. Sedangkan Kitas, menurutnya bukan kewajiban manajemen.

Siswanto menambahkan pihaknya belum memperoleh informasi rinci, terkait laporan Cande Lansana ke PSSI. Kedepan akan melihat perkembangannya seperti apa. Kebetulan saat ini kompetisi libur sementara, karena bersamaan masa kampanye Pilpres dan mendekati bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *