Flash News
No posts found

Macet Total, Pantura Timur Telan Korban

Warga melihat jasad korban di Puskesmas Kragan II. (gambar atas) truk colt diesel rusak berat.

Warga melihat jasad korban di Puskesmas Kragan II. (gambar atas) truk colt diesel rusak berat.

Kragan – Diduga karena mengantuk, seorang sopir truk tewas kecelakaan di jalur Pantura desa Pandangan Kulon Kec. Kragan, tepatnya sebelah timur SMAN Kragan, Kamis (19 Juni 2014) sekira pukul 03.00 dini hari.

Korban tewas adalah Wa’il (35 tahun) warga Kediri Jawa Timur, ia merupakan sopir cadangan, sedangkan sopir aslinya, Ma’in Abdul Aziz (51 tahun) warga Tulungagung Jawa Timur yang duduk di sampingnya menderita luka serius pada bagian kepala.

Kecelakaan bermula ketika Wa’il mengemudikan truk colt diesel bermuatan tempat telur, melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di timur SMAN Kragan, truk tersebut tiba tiba oleng ke kanan, kemudian langsung menabrak truk trailer bermuatan semen dari arah berlawanan, yang dikemudikan Agus Darmawan, warga Cilacap.

Setelah tabrakan, truk colt diesel ringsek di bagian depan. Sedangkan truk bermuatan semen, mengalami pecah ban. Satu korban tewas dan satu korban luka luka, hingga Kamis siang masih berada di Puskesmas Kragan II.

Kepala Pos II Lalu Lintas Lasem, Aiptu Heri Yulianto mengatakan kecelakaan mengakibatkan kemacetan cukup panjang, karena kedua bangkai kendaraan berada di tengah jalan. Pihaknya kali pertama meminggirkan truk colt diesel, sehingga arus lalu lintas bisa berjalan bergantian. Untuk truk pengangkut semen, muatannya dipindah dulu, baru bisa ditarik ke pinggir.

Kemacetan sempat mengular panjang, mulai pinggir pantai Jatisari Sluke sampai dengan Kragan, sepanjang 10 kilo meter lebih.

Aiptu Heri Yulianto menghimbau pengguna jalan jangan menyepelekan mengantuk. Saat kondisi fisik mulai kelelahan, sebaiknya cepat berhenti untuk istirahat. Kalau tetap nekat memaksakan diri, maka rawan berakibat fatal. Selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain yang sebenarnya tidak bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *