Flash News
No posts found

Rezeki Piala Dunia, Cepat Ludes Diserbu

Pedagang menunjukkan antena UHF digital masih tersisa. Tipe ini tak terlalu diminati pembeli.

Pedagang menunjukkan antena UHF digital masih tersisa. Tipe ini tak terlalu diminati pembeli.

Rembang – Demam piala dunia, membuat toko toko elektronik di kota Rembang kehabisan stok antena UHF. Yang paling banyak dicari adalah antena UHF dengan menggunakan remote, karena lebih praktis dan tangkapan sinyalnya lebih bagus. Harganya juga relatif terjangkau, rata rata Rp 120 ribu, sudah lengkap dengan boster dan kabel.

Seorang penjual antena UHF di toko elektronik barat perempatan Ex Stasiun Rembang, Galih Rino menuturkan hari Kamis (19 Juni 2014), kehabisan stok antena UHF remote. Seminggu sekali, biasanya mendapatkan kiriman 20 unit, tetapi tidak sampai tiga hari, langsung habis diserbu pembeli. Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan hari hari biasa. Galih memprediksi tingkat kenaikannya mencapai 75 %.

Galih menambahkan karena demam piala dunia semakin terasa, rencananya meminta tambahan stok antena kepada distributor. Selain diperbanyak, kalau bisa waktunya juga dipercepat, karena ditunggu tunggu oleh calon pembeli.

Sementara itu, seorang pembeli asal desa Ngotet Rembang, Suparman mengaku kecewa gagal membawa pulang antena UHF, lantaran barang habis. Ia sudah mencari ke sejumlah toko, ternyata juga sama sama kosong.

Antena UHF merupakan alternatif terbaik, untuk menonton piala dunia. Suparman beralasan lewat parabola diacak, kalau harus membeli parabola berlangganan, harganya cukup mahal yakni Rp 1 juta lebih.

Suparman menimpali kebetulan ia sekeluarga termasuk penggila bola. Dalam piala dunia kali ini, ia menjagokan tuan rumah Brazil akan sukses mengangkat piala.

Sebelum mempunyai antena, belakangan dirinya sebatas mengikuti hasil pertandingan melalui berita dari TV dan koran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *