Flash News
No posts found

Masih Banyak Kekurangan, Sudah Dilaporkan

Seorang pekerja menyelesaikan pelipatan surat suara Pilpres di aula KPU Rembang, Minggu pagi.

Seorang pekerja menyelesaikan pelipatan surat suara Pilpres di aula KPU Rembang, Minggu pagi.

Rembang – Kabupaten Rembang hingga hari Minggu (22 Juni 2014) masih kekurangan 12 ribu lembar surat suara dan formulir undangan pemilih 9.900 lembar, untuk Pemilu Presiden tanggal 09 Juli mendatang.

Kepala Sub Bagian Program Dan Data Komisi Pemilihan Umum Kab. Rembang, Nur Wahyu Adi Susanto menduga dari tingkat pusat keliru saat menghitung. Tapi pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada KPU Provinsi Jawa Tengah, supaya cepat dicukupi. Melihat jumlahnya belum lengkap, kemungkinan nantinya logistik Pilpres berupa kotak dan bilik suara akan dikirim lebih awal ke panitia pemilihan kecamatan, baru menyusul surat suara beserta formulir.

Nur Wahyu Adi Susanto menambahkan dalam proses pelipatan surat suara hanya melibatkan sekira 20 orang, itupun berlangsung di aula KPU Rembang. Mereka kebanyakan berasal dari teman dekat dan kerabat staf sekretariat KPU sendiri. Ia beralasan lebih mudah mengawasi, sehingga tidak sampai mengulangi kekisruhan seperti kala Pemilu Legislatif lalu. Menurutnya surat suara berukuran kecil dan cepat dilipat. Targetnya, hari Minggu pelipatan selesai.

Seorang tenaga pelipat surat suara, Suwardi asal Lasem mengaku dalam setengah hari mampu melipat 1.800 lembar. Satu lembarnya dihargai Rp 50, sehingga mengantongi penghasilan Rp 90 ribu. Ia menganggap lumayan untuk menambah penghasilan, daripada menganggur di rumah.

Suwardi menambahkan ketika ada surat suara terpotong atau rusak, langsung melapor kepada petugas piket.
Ia juga enggan bermain main dengan surat suara tersebut, karena merupakan barang cukup penting untuk menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *