Flash News
No posts found

Tampil Beda Bermodal Limbah

Produk sepeda berbahan kayu dipamerkan dalam Rembang Expo.

Produk sepeda berbahan kayu dipamerkan dalam Rembang Expo.

Rembang – Kalau anda sempat mengunjungi arena pameran Rembang Expo di gedung Balai Kartini Rembang, mungkin menjumpai sebuah stand yang memajang dua buah sepeda berbahan kayu jati. Cukup unik dan menarik, karena umumnya sepeda terbuat dari bahan besi.

Nah..produk sepeda kayu itu merupakan karya warga desa Bancang Kec. Sale, binaan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Ngudi Kawruh Kec. Sale. Purwatiningsih, pengelola PKBM Ngudi Kawruh menjelaskan anggotanya sebanyak 30 orang. Setiap kali ada pameran, selalu ingin menampilkan produk unik, lain dari biasanya. Dipilihlah sepeda kayu, memanfaatkan limbah pengolahan kayu jati yang tidak terpakai. Dalam pengerjaan, paling sulit ketika membuat pelk, stang atau bagian berbentuk melengkung, karena mencari bahan kayu yang cocok. Satu unit sepeda berbahan kayu, membutuhkan waktu paling lama sebulan. Sejak dilaunching bulan November lalu, sudah memproduksi 4 sepeda dan laku 2 unit. Harganya dibandrol antara Rp 2,5 sampai dengan Rp 4 juta.

Purwatiningsih menjamin sepeda kayu cukup kuat. Tidak sekedar menjadi pajangan, tetapi juga bisa dinaiki sungguhan. Ia berharap dengan ikut pameran Rembang Expo, akan semakin mengenalkan produk tersebut.

Sementara itu, kegiatan pameran resmi ditutup oleh Pemkab Rembang, Sabtu sore (21 Juni 2014).

Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kab. Rembang, FX Setiadi mengungkapkan Rembang Expo merupakan ajang promosi produk usaha kecil dan menengah, sekaligus belajar menghadapi iklim persaingan pasar bebas tingkat Asean. Biasanya banyak pula pemodal besar datang, kemudian bertemu dan sepakat menjalin kerja sama dengan pengusaha kecil di Rembang.

Tahun ini, pengunjung Rembang Expo meningkat menjadi 125 ribuan orang, semula tahun lalu 120 ribuan orang. Dari sisi transaksi tunai, dari Rp 2,4 miliar menjadi Rp 2,5 M, sedangkan order tahun lalu Rp 2,1 miliar, sekarang menembus angka Rp 2,2 miliar.

FX Setiadi berjanji pihaknya akan terus meningkatkan mutu Rembang Expo pada tahun depan.
Sebenarnya jumlah peserta membludak. Tapi karena keterbatasan tempat, maka tak semua tertampung. Pemkab Rembang belum mempunyai gambaran lokasi lain. Faktor keamanan seusai pameran menjadi bahan utama pertimbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *