Flash News
No posts found

Tiga Tahun Terkatung Katung, Kejari Ditagih

Sebuah spanduk anti korupsi terpasang di tembok depan kantor Kejaksaan Negeri Rembang. Komitmen lembaga itu dalam memerangi tindak pidana korupsi menuai sorotan.

Sebuah spanduk anti korupsi terpasang di tembok depan kantor Kejaksaan Negeri Rembang. Komitmen lembaga itu dalam memerangi tindak pidana korupsi menuai sorotan.

Rembang – Kejaksaan Negeri Rembang didesak untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek kebun bibit rakyat (KBR) di lingkungan Dinas Pertanian Dan Kehutanan, karena terkatung katung selama tiga tahun.

Pemerhati masalah korupsi di Rembang, Bambang Wahyu Widodo mengatakan dalam kasus itu Kejaksaan Negeri sudah menetapkan Suwarno, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek sebagai tersangka. Yang bersangkutan tidak lagi bertugas di Distanhut, tetapi digeser ke Dishubkominfo.

Ia mempertanyakan kenapa sampai sekarang belum ada penahanan. Kalau penyidik beralasan ada saksi sulit dipanggil, karena tidak diketahui keberadaannya, hal itu kurang masuk akal. Minta bantuan polisi saja atau menerbitkan daftar pencarian orang (DPO). Apabila terlalu lama, Bambang khawatir saksi maupun tersangka akan leluasa menghilangkan barang bukti.

Penasehat hukum tersangka Suwarno, Darmawan Budiharto ketika dikonfirmasi membenarkan kliennya baru baru ini dipanggil Kejaksaan Negeri Rembang bersama sejumlah saksi lain.
Sampai sekarang, belum ada angka kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan (BPKP). Muncul sangkaan bahwa proyek senilai Rp 1,4 miliar berawal dari kegiatan pembibitan jati dan sengon. Mustinya pembibitan dimulai dari nol, tapi ada bibit yang dibeli sudah dalam bentuk jadi. Hal itu menjadi dasar Kejaksaan Negeri Rembang, proyek kebun bibit rakyat diduga bermasalah. Darmawan mengembalikan kepada penyidik. Kalau memang ada bukti cukup, silahkan proses hukum dilanjutkan. Tapi jika tidak, segera saja dihentikan, karena menyangkut kejelasan nasib hukum seseorang.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Eko Y belum menanggapi apakah akan ada penahanan tersangka atau tidak. Melalui pesan pendek sms, ia meminta untuk datang ke kantor hari Senin (23/6), supaya bisa memberikan informasi lebih rinci.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *