Flash News
No posts found

Ramalan Meleset, Nekat Sewa Pawang Hujan

Lasmin, petani di desa Pragu Kec. Sulang menunjukkan tanaman tembakaunya rusak.

Lasmin, petani di desa Pragu Kec. Sulang menunjukkan tanaman tembakaunya rusak.

Sulang – Curah hujan yang cenderung meningkat beberapa hari terakhir ini, meresahkan petani tembakau.

Lasmin, seorang petani tembakau di desa Pragu Kec. Sulang mencontohkan puluhan batang tanamannya layu mengering, gara gara terendam air. Kalau cuaca panas, kemungkinan bisa pulih. Menurutnya hujan sekarang diluar perkiraan, karena sesuai ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), bulan Juni ini memasuki musim kemarau. Lasmin khawatir akan merugi, usai mengeluarkan biaya tanam sekira Rp 9 juta.

Sekretaris Gabungan Kelompok Tani Sido Maju desa Pragu, Tamaji menjelaskan tanaman tembakau tidak boleh mendapatkan kucuran air terlalu banyak, kalau sudah berumur diatas 40 hari. Padahal rata rata tanaman di desa Pragu sekarang, mencapai masa tanam 50 an hari. Hujan deras sekali saja, tentunya sangat beresiko terhadap penurunan kualitas tembakau. Saat kondisi normal, tembakau mulai panen, begitu menginjak umur 90 hari.

Tamaji menambahkan soal maraknya ulat sehabis hujan, sebagian besar petani paham bagaimana cara menangani. Karena cuaca sering mendung, maka petani musti memperdalam saluran air dan meninggikan gulutan tembakau.

Sementara itu, sejumlah petani tembakau di desa Ngadem Kec. Rembang Kota mengaku melakukan cara lain, yakni meminta bantuan pawang hujan. Harapannya hujan turun di luar areal lahan tembakau, sehingga kelak bisa panen dengan hasil memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *