Flash News
No posts found

Sengaja Diputus, Pedagang Dini Hari Protes

Pasar Pandangan Kragan.

Pasar Pandangan Kragan.

Kragan – Para pedagang sayuran di depan Pasar Pandangan Kragan memprotes pihak pengelola pasar yang memadamkan lampu penerangan, selama hampir seminggu terakhir ini.

Sukir, seorang penjual sayuran warga desa Pandangan Wetan Kec. Kragan mengatakan penjual sayuran biasanya mulai menjajakan dagangan antara pukul 2 sampai dengan 5 pagi dini hari. Sekarang suasananya sangat gelap, sehingga mengganggu transaksi jual beli. Ia khawatir kalau dibiarkan berlarut larut, calon pembeli akan menurun drastis, lantaran gelap gulita. Padahal dari hasil menjual sayuran, merupakan gantungan ekonomi keluarga. Sukir mendesak lampu penerangan dinyalakan kembali. Menurutnya pedagang siap membayar pungutan.

Kepala Bidang Bina Pasar Disperindagkop Dan UMKM Kab. Rembang, Waras menyatakan setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung mengontak pengelola pasar. Yang jelas, lampu penerangan musti dinyalakan, supaya kegiatan perekonomian masyarakat tetap berjalan.

Sementara itu, Kepala Pasar Pandangan Kragan, Mundhofir Alwik mengakui pemadaman lampu atas usulan sejumlah pedagang di dalam pasar, karena merasa jengkel terhadap ulah salah satu pedagang sayur di depan pasar yang menjajakan dagangan sampai pukul 6 pagi lebih. Seharusnya pedagang di luar pasar mengakhiri kegiatan berjualan pukul lima pagi. Kecemburuanpun muncul.

Ia sudah mendatangi pedagang tersebut, menjelaskan duduk permasalahannya. Tapi ternyata masih membandel.

Pemadaman berfungsi untuk peringatan. Meski demikian Alwik berjanji akan segera menyalakan lampu penerangan. Langkah itu mendapatkan dukungan pedagang sayuran. Mereka berpendapat pengelola pasar jangan mengorbankan kepentingan pedagang secara luas, hanya karena kesalahan satu dua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *