Flash News
No posts found

Kasus Dihentikan, Mantan Kades Semakin PD Melawan

Balai desa Sendangwaru Kec. Kragan, yang membuat Nurwahyudi diberhentikan dari jabatan Kades.

Balai desa Sendangwaru Kec. Kragan, yang membuat Nurwahyudi diberhentikan dari jabatan Kades.

Kragan – Kejaksaan Negeri Rembang memastikan tidak menemukan tindak pidana dalam laporan yang menyeret nama mantan kepala desa Sendangwaru Kec. Kragan, Nurwahyudi.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Eko Yuristianto menjelaskan pihaknya sudah selesai menyelidiki satu per satu permasalahan, mulai dari tuduhan penyimpangan beras keluarga miskin (Raskin), lelang jabatan perangkat desa hingga penyelewengan alokasi dana desa untuk membangun balai desa Sendangwaru. Ia mencontohkan khusus pembagian Raskin diratakan, sehingga mengurangi hak keluarga miskin, menurutnya memang terjadi. Tapi hal itu sudah lazim di desa desa lain, kalau Sendangwaru diproses, sementara desa desa lain tidak, tentu akan memancing tanda tanya.

Kemudian dugaan suap dalam lelang jabatan perangkat desa, saksi korban tidak mampu menunjukkan bukti bukti tertulis, seperti kwitansi. Sedangkan penggunaan alokasi dana desa tahun 2012, menurutnya Kejaksaan Negeri tidak menemukan kesalahan. Eko mengakui laporan kasus itu akan dihentikan, karena tidak layak dinaikkan statusnya ke tingkat penyidikan. Soal masih ada proses di Pengadilan Tata Usaha Negara dan Inspektorat, Eko mempersilahkan berjalan sesuai jalurnya.

Sementara itu, mantan Kades Sendangwaru Kec. Kragan, Nurwahyudi merasa sejak awal tidak bersalah. Meski demikian, begitu mendengar perkembangan di Kejaksaan Negeri Rembang, ia tetap bersyukur, sekaligus menguatkan keyakinannya. Menurut pria yang pernah menjadi juru foto ini, tuduhan penyimpangan lebih bermuatan politis. Dugaan campur tangan sejumlah oknum kian terasa, saat menjalani pemeriksaan di Inspektorat.

Nur bahkan melaporkan Inspektorat ke lembaga Ombudsman. Baginya, tidak akan berhenti melawan, demi mendapatkan keadilan.

Nurwahyudi sebelumnya menuai protes dari masyarakat, kali pertama seputar pembangunan balai desa. Uang sudah ada, tapi balai desa tak kunjung selesai. Tahun 2013 Nurwahyudi diberhentikan dari jabatan Kades, padahal mustinya baru akan berakhir bulan Desember tahun 2015.

Ia lengser di tengah jalan. Sekarang desa Sendangwaru telah memiliki Kades definitif, hasil Pilkades serentak, belum lama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *