Flash News
No posts found

Kafe Liar Disoroti, Rawan Picu Kecemburuan

Pemandu karaoke salah satu kafe di Rembang, menunggu kedatangan tamu.

Pemandu karaoke salah satu kafe di Rembang, menunggu kedatangan tamu.

Rembang – Paguyuban kafe karaoke di kabupaten Rembang menyayangkan sikap Pemkab Rembang yang tidak mengajak koordinasi terlebih dahulu, saat meluncurkan surat pemberitahuan tentang penutupan kafe karaoke, sejak H – 2 sebelum puasa hingga H plus 10 sesudah lebaran.

Ketua Paguyuban Kafe Karaoke Kab. Rembang, Riyadi menjelaskan keputusan penutupan belum dimusyawarahkan. Tapi pihaknya akan berupaya mematuhi aturan tersebut. Hanya saja ia menyoroti sekarang banyak kafe kafe liar tidak berizin, kalau mereka tetap buka selama puasa, pasti rawan menimbulkan kecemburuan dan akhirnya kafe lainpun ikut ikutan nekat beroperasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Rembang, Sunarto menanggapi bahwa penutupan kafe karaoke menjelang, selama hingga setelah bulan suci Ramadan, mengacu pada Peraturan Bupati. Aturan tersebut sudah lama ada, tinggal dijalankan saja, sehingga tidak perlu setiap tahun membahas bersama pengelola kafe karaoke.

Apabila nantinya ditemukan pelanggaran, perlu dilihat dulu bobot pelanggarannya. Jika masuk kategori berat, maka kafe karaoke terancam ditutup. Tentu hal itu musti berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT).

Sunarto menambahkan dulu jumlah kafe karaoke sebanyak 10 tempat, tetapi sekarang tinggal 9 lokasi. Soal keluhan munculnya kafe liar, Dinbudparpora bersama instansi terkait, akan terus memantau. Kalau memang ada, pejabat asal Sale ini mempersilahkan cepat dilaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *