Flash News
No posts found

Pemkab Didesak Lucuti Semua Fasilitas

Bupati Rembang, Moch. Salim sebelum ditahan.

Bupati Rembang, Moch. Salim sebelum ditahan.

Rembang – Setelah Bupati Rembang non aktif, Moch. Salim divonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, sejumlah kalangan mendesak supaya Pemkab Rembang mencabut seluruh fasilitas yang selama ini dinikmati Salim.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang, Bambang Wahyu Widodo mencontohkan selain mobil dinas, rumah pribadi Moch. Salim di Kelurahan Magersari Rembang, juga mendapatkan penjagaan petugas Satpol PP. Begitu ada keputusan dari hakim, mustinya tidak lagi mendapatkan fasilitas pemerintah. Dari sisi etikapun, menurutnya tidak pantas. Ia berencana menyampaikan desakan tersebut kepada Sekretaris Daerah dan Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Kepala Satpol PP Rembang, Slamet Riyadi mengakui sampai hari Kamis (26 Juni 2014) pihaknya memang masih menyiagakan anggotanya di kediaman pribadi Moch. Salim di Magersari. Setiap hari ada 7 orang personel, terbagi dalam tiga shif selama 24 jam. Tentu pihaknya tidak bisa langsung memutuskan menarik anggota, karena harus menunggu perintah dari Pelaksana Tugas Bupati Rembang. Sejauh ini belum ada instruksi terkait fasilitas penjagaan.

Sebelumnya, Rabu siang (25 Juni 2014), Moch. Salim dihukum 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Kalau denda tidak dibayar, maka hukuman akan ditambah 6 bulan. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang menuntut Moch. Salim selama 2,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Atas keputusan hakim, Moch. Salim menyatakan pikir pikir untuk banding. Ia merasa keberatan, karena menganggap tidak ada kerugian negara dalam kasus PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *