Flash News
No posts found

Turun Ke Jalan, Kampanye Sumber Semen Terancam

Ulama asal Pamotan, Ubaidillah Ahmad. (gambar atas) aksi demo jalan kaki tolak pabrik semen, melintasi pasar Rembang.

Ulama asal Pamotan, Ubaidillah Ahmad. (gambar atas) aksi demo jalan kaki tolak pabrik semen, melintasi pasar Rembang.

Rembang – Belasan orang yang mengatasnamakan Aliansi Warga Rembang Tolak Pabrik Semen, Jumat pagi (27 Juni 2014) turun ke jalan, menyuarakan penolakan pembangunan pabrik semen di timur Songkel Mereng desa Kadiwono Kec. Bulu – Rembang.

Kali ini aksi tidak berlangsung pada satu titik lokasi saja. Namun mereka memilih melakukan jalan kaki menyusuri berbagai ruas jalan di dalam kota Rembang, seperti melintasi depan rumah sakit dr R Sutrasno, eks stasiun dan pasar.

Ahmad Yogi Fibrami, seorang peserta aksi berulang kali mengkampanyekan alasan penolakan, yakni pihaknya khawatir penambangan untuk bahan baku membuat semen, akan merusak mata air Sumber Semen desa Tahunan Kec. Sale, yang selama ini menjadi andalan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memenuhi kebutuhan air belasan ribu pelanggan. Menurutnya penambangan berada di cekungan air tanah watu putih, diyakini sebagai daerah resapan mata air Sumber Semen.

Sebelumnya, PT Semen Indonesia memastikan akan melakukan langkah langkah terukur, untuk ikut menjaga kelangsungan mata air. Salah satunya memasang alat pantau di dekat mata air Sumber Semen. Apabila terjadi penurunan debet, dapat diketahui. Eko Haryono, seorang pakar dari Universitas Gajah Mada Yogjakarta mengatakan semua ada ilmunya. Tentu tak bisa langsung menuding penambangan merusak sumber air, tanpa mengantongi data ilmiah.

Humas PT Semen Indonesia, Hari Subaghyo menyampaikan pihaknya tak bosan bosan terus mendekati kubu penolak pabrik semen. Ia mencontohkan ulama Ubaidillah Ahmad atau Gus Ubed asal Pamotan, semula menolak pabrik semen ketika istighozah bersama massa di tapak pabrik, beberapa waktu lalu. Tapi sekarang Gus Ubed mulai bergeser, karena menduga ada pihak pihak luar yang menunggangi aksi masyarakat.

Gus Ubed sendiri, dalam jumpa pers di Rembang, Kamis malam mengaku mencermati perkembangan argumen kubu pro dan kontra, belakangan ini. Ia sejak awal sebatas mendampingi kelompok minoritas, bukan pada posisi menolak pabrik semen.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *