Flash News
No posts found

Beringas, Siap Represif

Petugas siaga menjaga hutan di kawasan KPH Mantingan, baru baru ini.

Petugas siaga menjaga hutan di kawasan KPH Mantingan, baru baru ini.

Rembang – Tindakan represif berupa tembak di tempat akan diberlakukan bagi pelaku pencuri kayu yang nekat melakukan kekerasan terhadap anggota Polisi Hutan. Apalagi jika pelaku sudah membahayakan keselamatan jiwa petugas.

Humas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Ismartoyo mengatakan pihaknya selama tiga bulan terakhir mendapatkan bantuan pengamanan dari anggota Batalyon 410 Alugoro Blora. Setiap hari ada dua orang personel TNI berjaga jaga, ikut mengamankan hutan.

Tindakan represif merupakan upaya terakhir, untuk mempertahankan diri dari pelaku pencuri yang beringas. Pengerahan anggota 410 tergolong efektif mengurangi angka pencurian kayu. Kalau hanya mengandalkan anggotanya tanpa membawa senjata api, memang terasa kurang greget.

Ismartoyo menambahkan ada dua Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) menjadi prioritas pengawasan, meliputi BKPH Kalinanas dan Ngiri, perbatasan antara kabupaten Rembang dan Blora.
Kalinanas misalnya, sudah ikut wilayah Kec. Japah Blora. Pelaku belakangan mengincar kayu jati usia 40 tahun keatas, karena kalau dijual, harganya lebih mahal. Hasil curian kemudian masuk ke pasar gelap, di desa pinggiran hutan.

Pada bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran, pengamanan hutan semakin digiatkan. Muncul trend kebutuhan masyarakat ikut meningkat, kemudian mereka nekat menggasak kayu di tengah hutan. Karena keterbatasan jumlah anggota, ia berharap Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), menggairahkan kembali pantauan. Kalau mengetahui gerak gerik mencurigakan, bisa segera dilaporkan kepada mantri atau Polhut terdekat, untuk ditindaklanjuti. Dengan kondisi hutan tetap terjaga, dana bagi hasil kepada desa juga akan terdongkrak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *