Flash News
No posts found

Menanti Hilal Dan Beda Di Sekeras

Suasana rukhyat untuk melihat hilal di pinggir Pantai Binangun Lasem, Jumat sore.

Suasana rukhyat untuk melihat hilal di pinggir Pantai Binangun Lasem, Jumat sore.

Lasem – Hilal tidak terlihat saat kegiatan rukhyat di pinggir pantai desa Binangun Kec. Lasem, Jumat sore (27/6).

Tinggi hillal baru mencapai 0 derajat 26 menit atau setara dengan setengah derajat. Untuk menentukan keesokan hari merupakan awal puasa, setidaknya tinggi hilal sudah diatas dua derajat. Maka disimpulkan hari pertama Ramadan, jatuh pada hari Minggu (29 Juni 2014), berbeda dengan Muhammadiyah yang memutuskan awal puasa mulai hari Sabtu.

Sekretaris Badan Hisab Dan Rukhyat (BHR) Kabupaten Rembang, Ali Muhyidin menjelaskan pantai Binangun merupakan salah satu lokasi dari 22 titik di Indonesia yang menjadi rujukan sidang isbat di Jakarta. Begitu selesai rukhyat, pihaknya langsung mengirim data ke Kementerian Agama tingkat pusat. Menurutnya, rukhyat mendapatkan sambutan positif masyarakat. Mereka bahkan ikut melihat proses matahari terbenam, untuk mengecek ada tidaknya hilal, melalui sejumlah teropong yang telah disediakan.

Sementara itu, umat Muhammadiyah di kabupaten Rembang, hari Sabtu mulai menjalankan ibadah puasa.

Di dusun Sekeras desa Seren Kec. Sulang misalnya. Warga sejak Jumat malam menunaikan sholat tarawih. Kepala Desa Seren, Sumardi mengatakan meski berbeda, namun masyarakat tetap saling menghormati keyakinan satu sama lain. Situasi terhitung cukup kondusif, sama sekali tidak ada dampaknya.

Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Mahmudi mengatakan perbedaan awal puasa sering terjadi, masyarakatpun sudah biasa menyikapi. Tapi kemungkinan Lebaran tahun ini akan bersama sama, tinggal menunggu pengumuman dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *