Flash News
No posts found

Masih Berkabung, Pengganti Sama Sama Bernama Dwi

Ibu dan balitanya, warga desa Bendo Kec. Sluke. Mereka berharap tetap mendapatkan layanan kesehatan, sepeninggal bidan Dwi Resmiyati.

Ibu dan balitanya, warga desa Bendo Kec. Sluke. Mereka berharap tetap mendapatkan layanan kesehatan, sepeninggal bidan Dwi Resmiyati.

Sluke – Pemerintah desa Bendo Kec. Sluke berharap kepada pemerintah kabupaten Rembang, untuk mengisi kekosongan bidan desa. Sebelumnya, bidan desa Bendo, Dwi Resmiyati (29 tahun), asal desa Sluke Kec. Sluke meninggal dunia menjadi korban tabrak lari.

Kepala Desa Bendo Kec. Sluke, Drajat menuturkan desanya terletak di puncak perbukitan dan memang agak terpencil. Pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan pokok, terutama pemeriksaan anak anak maupun ibu hamil. Selama masa hidupnya, bidan Dwi Resmiyati cukup baik mencurahkan perhatian kepada masyarakat. Sepeninggal Dwi, warga masih berkabung. Meski demikian, kekosongan bidan desa jangan dibiarkan berlarut larut. Apalagi Bendo termasuk desa besar.

Kepala Puskesmas Sluke, Darmono menanggapi untuk sementara pelayanan kesehatan warga desa Bendo akan dirangkap oleh bidan desa Blimbing, Dwi Nuryanti, karena kebetulan posisi desa berdekatan. Soal pengisian personel baru, tentu menunggu kebijakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, Dwi Resmiati, bidan desa Bendo membonceng sepeda motor, yang dikendarai sang suami, Asyro Fathan, bermaksud akan berangkat kerja ke Puskesmas Sluke, Selasa malam lalu (24 Juni 2014). Tiba di jalur Pantura desa Jatisari Kec. Sluke, Dwi tiba tiba terjatuh ke kanan. Diduga korban terlindas truk dari arah belakang, hingga meninggal dunia. Sedangkan suaminya selamat. Polisi belum mengungkap siapa penabrak korban, karena setelah kejadian, pelaku melarikan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *