Flash News
No posts found

“Pilpres, Kami Tak Ingin Dengar Lagi Kasus Seragam…”

Komisioner KPU Kab. Rembang, Maftukin.

Komisioner KPU Kab. Rembang, Maftukin.

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang kembali mengingatkan seluruh penyelenggara Pemilu Presiden, untuk menjaga independensi dan profesionalitas. Mulai dari KPU sendiri, panitia pemilihan kecamatan, panitia pemungutan suara hingga jajaran paling bawah, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Komisioner KPU Kab. Rembang, Maftukin mengungkapkan pihaknya tidak ingin mendengar lagi, ada anggota KPPS menerima sumbangan seragam dari kekuatan politik tertentu, seperti halnya ketika Pemilu Legislatif lalu. Jangankan seragam, bantuan konsumsi makanan minumanpun dilarang. Maka sejak awal mereka harus menghindari bantuan dari dua tim sukses pasangan calon, karena rawan mengganggu independensi.

Maftukin menambahkan secara umum penyelenggara Pemilu di kabupaten Rembang siap melaksanakan coblosan Pilpres tanggal 09 Juli mendatang, karena masih menggunakan tenaga Pemilu Legislatif. Sedikitnya ada 11.200 anggota KPPS, kemudian 3.200 anggota Perlindungan Masyarakat yang siaga di tempat pemungutan suara. Baru baru ini Ketua KPPS sudah selesai dilantik oleh panitia pemungutan suara ditingkat desa.

Soal panitia pemilihan kecamatan, tidak banyak berubah. Setiap PPK diperkuat 5 orang. Hanya panitia pemilihan kecamatan (PPK) Lasem saja, yang tinggal tersisa 4 orang, karena satu personel berhalangan dan memilih mengundurkan diri. KPU tidak berencana mengisi kekurangan PPK Lasem. Menurutnya, sisa waktu terlalu mepet dan dianggap masih mampu menyelesaikan tahapan Pilpres, dengan komposisi yang ada sekarang.

Maftukin mempersilahkan masyarakat ikut mengawasi penyelenggara Pemilu, terutama ditingkat desa.
Kalau menemukan indikasi tidak netral, KPU Kabupaten Rembang terbuka menerima laporan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *