Flash News
No posts found

Resmi Dihentikan, Giliran Minta Marka

Pekerja melakukan penandaan untuk marka jalan di Jl Sudirman Rembang, Senin siang.

Pekerja melakukan penandaan untuk marka jalan di Jl Sudirman Rembang, Senin siang.

Rembang – Pengguna jalan meminta kepada pihak terkait, untuk memberikan garis marka di jalur Pantura, meski proses pengaspalan belum selesai 100 %.

Seorang sopir truk yang melintasi jalur Pantura Rembang, Agung Margono menganggap garis marka sangat penting, terutama saat malam hari. Garis tersebut menjadi pembatas yang jelas arus kendaraan dari dua arah dan mempermudah perhitungan kalau akan menyalip kendaraan lain. Ia khawatir tanpa garis marka, rawan menimbulkkan kecelakaan lalu lintas. Apalagi arus mudik Lebaran semakin dekat. Mereka yang lewat, rata rata belum memahami karakteristik jalur Pantura Rembang. Jika marka lengkap, paling tidak akan membantu kenyamanan pemudik.

Hari Senin (30 Juni 2014), pantauan Reporter R2B, sejumlah pekerja melakukan pengecatan awal marka jalan di jalan Sudirman, timur alun alun Rembang. Seorang pekerja, Sareh mengaku bertugas memberikan tanda sepanjang 2 kilo meter. Nantinya penebalan garis marka dengan cat khusus, termasuk mengkondisikan garis menyambung maupun putus putus, ada pekerja lain yang akan menyelesaikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Pantura Rembang – batas Jawa Timur, Danang Triwibowo mengatakan perbaikan jalur Pantura per tanggal 30 Juni 2014 dihentikan sementara.

Pelapisan jalan yang pertama sudah selesai di dalam kota Rembang dan Lasem. Kalaupun masih ada sejumlah alat berat terparkir di jalur Pantura, karena menunggu armada pengangkutan. Menurut Danang, pelapisan aspal kedua dan ketiga, dilanjutkan sesudah Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *