Flash News
No posts found

Nyaris Roboh, Nelayan Pilih Menyangga Bambu

Tambatan perahu di muara sungai Bagan, desa Dasun Kec. Lasem.

Tambatan perahu di muara sungai Bagan, desa Dasun Kec. Lasem.

Lasem – Tambatan perahu berbahan kayu di dekat muara sungai Bagan desa Dasun Kec. Lasem mulai rusak. Nelayanpun mengeluhkan kondisi tersebut, karena selama ini tambatan perahu cukup penting, untuk sarana berlindung ketika musim ombak besar.

Sutari, salah satu nelayan mengungkapkan tambatan perahu terbuat dari kayu, sudah lima tahun terakhir tidak kunjung diperbaiki. Ia menunjukkan sebagian besar tiang penyangganya mulai keropos, sehingga harus diganti dengan menggunakan bambu. Kalau dibiarkan, lama kelamaan bisa ambruk. Menurut Sutari, idealnya tiang tambatan perahu dibeton, supaya lebih tahan lama.

Joko, nelayan lain menuturkan setiap musim ombak baratan, muara sungai Bagan selalu ramai dipenuhi perahu yang bersandar. Tak hanya nelayan Dasun, tetapi juga dari desa Tasiksono dan Gedongmulyo. Ia sempat mendengar bahwa tambatan perahu akan dibongkar dan diperkuat, namun kenyataannya hingga sekarang belum terealisasi.

Joko menimpali keberadaan tambatan perahu sepanjang 100 an meter tersebut, bukan sekedar untuk mengamankan perahu.

Belakangan lokasi tambatan berfungsi ganda, sebagai surganya pemancing ikan. Bahkan pada bulan suci Ramadan seperti sekarang, banyak muda mudi yang duduk santai, menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka puasa. Muara sungai Bagan diapit lebatnya hutan bakau, membuat mereka senang berlama lama di tempat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *