Flash News
No posts found

“Kami Dikorbankan, Yang Lain Tak Tersentuh…”

Isteri terdakwa, Nunuk Dini Wuryanti menangis. (gambar atas) Abdul Muttaqin, terdakwa kasus korupsi ketika dikawal petugas Kejaksaan Negeri Rembang, baru baru ini.

Isteri terdakwa, Nunuk Dini Wuryanti menangis. (gambar atas) Abdul Muttaqin, terdakwa kasus korupsi ketika dikawal petugas Kejaksaan Negeri Rembang, baru baru ini.

Rembang – Isteri terdakwa kasus korupsi proyek percepatan pembangunan insfrastruktur daerah (PPID), Nunuk Dini Wuryanti menilai tuntutan jaksa terhadap suaminya, Abdul Muttaqin tidak adil.

Sebelumnya, pada Rabu siang saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Abdul Muttaqin (43 tahun), pegawai Dinas Energi Sumber Daya Mineral selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, dituntut hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Kalau denda tidak dibayar, maka harus mengganti dengan tambahan hukuman selama tiga bulan.

Kasus korupsi PPID bermula ketika ada proyek peningkatan jalan dari desa Wonokerto Kec. Sale sampai dengan desa Tegaldowo Kec. Gunem, senilai Rp 1,52 miliar. Hasil audit Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, proyek tersebut merugikan negara Rp 1,52 miliar, sama persis dengan alokasi anggarannya. Perbaikan jalan seharusnya menjadi tanggung jawab pelaku usaha tambang, bukan ditangani pemerintah.

Nunuk Dini Wuryanti menganggap suaminya sebatas menjalankan perintah kepala Dinas ESDM, Agus Supriyanto. Apalagi dari 31 orang saksi yang dimintai keterangan Majelis Hakim, hampir semuanya meringankan Abdul Muttaqin.

Dalam kasus itu, Muttaqin menerima bagian uang Rp 2 juta. Itupun diserahkan oleh Kepala Dinas ESDM sebagai rezeki, tanpa memperinci asal usul uang dari mana. Kalau dianggap memperkaya diri sendiri, menurutnya terlalu berlebihan. Ia kemudian membandingkan dengan kasus korupsi Moch. Salim yang lebih besar, justru hanya dituntut 2,5 tahun penjara.

Nunuk Dini Wuryanti menambahkan dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butar Butar meminta jaksa penuntut umum, untuk mendalami dugaan keterlibatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Organisasi Masyarakat Setempat.

Nunuk merasa sang suami seperti dikorbankan. Jika ternyata DPU tidak ikut diproses, wanita yang tinggal di pinggir Jalan Pemuda Tawangsari Rembang ini, mempertanyakan sikap Kejaksaan Negeri.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Rembang, Yusuf menyatakan tuntutan sudah sesuai aturan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Soal dugaan keterlibatan DPU, menurutnya urusan lain. Ia enggan menanggapi lebih lanjut, karena musti fokus dengan kasus Abdul Muttaqin.

3 Komentar

  1. mashoedi

    Sy mngenal pak agus dan sy tau betul beliau bukan org yg sembarangan dlm bertugas. Nunuk ini siapa?Setau saya istri abdul mutaqin bukan ini??dan ktnya pun sdh pisah..

  2. chocho

    si nunuk tuh istri keduanya

  3. sukri

    berapa milayr untuk membebaskan Aklis dan anak buahnya??? kalo sampai mereka tak tersentuh!!! Gusti Allah mboten sare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *