Flash News
No posts found

Larangan Di Masa Tenang, Bisa Dibubarkan Kalau Nekat

Mukhlis Ridho, Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang membaca buku panduan pengawasan Pilpres, Jumat pagi.

Mukhlis Ridho, Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang membaca buku panduan pengawasan Pilpres, Jumat pagi.

Rembang – Panwas Pemilu Kabupaten Rembang menyerukan dua larangan, selama masa tenang Pemilu Presiden yang berlangsung pada hari Minggu sampai dengan Selasa (6 – 8 Juli 2014).

Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho menuturkan dua larangan tersebut diantaranya tidak boleh melakukan kampanye, baik secara terbuka maupun tertutup. Apapun bentuk kegiatan yang terindikasi kampanye, polisi berhak untuk membubarkan.

Selain itu, tim sukses maupun relawan pasangan calon wajib membersihkan atribut kampanye di wilayah masing masing. Undang Undang tentang pelaksanaan Pemilu Presiden telah mengamanatkan ketentuan tersebut. Jika masih dibiarkan, pengawas pemilu lapangan (PPL) tingkat desa dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) akan tetap digerakkan, membersihkan atribut kampanye yang masih terpasang, prioritas sepanjang 200 meter dari lokasi tempat pemungutan suara. Upaya tersebut untuk menghindari saling lempar tanggung jawab. Meski demikian, nantinya masyarakat akan menilai siapa tim sukses pasangan calon yang berkomitmen mematuhi aturan.

Panwas Pemilu Kab. Rembang mengirimkan surat edaran kepada dua tim sukses, agar mereka benar benar menghormati masa tenang.

Menurutnya tiga hari masa tenang diperkirakan cukup guna membersihkan seluruh atribut kampanye. Bisa dilakukan bertahap, karena jumlahnya memang sangat banyak, termasuk baliho baliho besar di lokasi ketinggian.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *