Flash News
No posts found

Pemain PSIR Geruduk Kantor Bupati

Pemain PSIR Rembang menunggu di depan ruang kerja Pelaksana Tugas Bupati, Jumat pagi.

Pemain PSIR Rembang menunggu di depan ruang kerja Pelaksana Tugas Bupati, Jumat pagi.

Rembang – Sekira 20 orang pemain PSIR Rembang, hari Jumat (04 Juli 2014) menggeruduk kantor Bupati Rembang, ingin meminta kejelasan seputar gaji mereka yang menunggak selama 3 bulan.

Christian Lenglolo, salah satu pemain PSIR Rembang asal Kamerun mengaku kedatangannya ingin bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas Bupati, Abdul Hafidz, untuk menyampaikan aspirasi bahwa gaji pemain sejak bulan Maret – Mei belum dibayarkan. Bulan Mei saja, sebatas bon, setiap orang hanya diberi jatah Rp 1 juta. Karena manajemen belum ada tanda tanda membayar tunggakan gaji, pemain merasa tidak percaya, selalu mendengar janji. Apalagi mendekati Lebaran, pemain butuh uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ia menimpali pertandingan kompetisi Divisi Utama akan dimulai lagi sesudah Lebaran. Harapannya masalah gaji pemain cepat tuntas.

Lenglolo sendiri mengaku masih betah memperkuat PSIR. Tapi kalau kondisi seperti sekarang terus berlanjut, ia berpikir untuk pindah. Selain gaji, pemain musti memastikan PSIR akan berhenti atau menyelesaikan kompetisi. Jika berhenti, Laskar Dampo Awang terancam terdegradasi ke Divisi I.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto mengaku keberatan menanggung gaji pemain. Jika Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang juga selaku Ketua Umum PSIR tidak turun tangan, nasib PSIR akan terancam.

Pemain PSIR, Jumat siang belum bisa bertemu Abdul Hafidz. Kebetulan banyak tamu menghadap, sedangkan waktunya mepet dengan Sholat Jum’at.

Hafidz menyarankan untuk datang lagi pada hari Senin atau Selasa pekan depan. Ia mengaku belum mengambil kesimpulan, karena sejak awal PSIR dikelola secara profesional oleh PT Rembang Sportindo Mandiri. Selama ini ketika ada rapat, dirinya nyaris tidak pernah dilibatkan. Kalau sekarang ada masalah, tentu pihaknya perlu menelaah pemasukan dan pengeluaran tim. Setelah jelas semua, baru bisa menindaklanjuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *