Flash News
No posts found

Pengrusakan Meluas, Reaksi Prabowo?

Salah satu atribut kampanye Prabowo – Hatta yang dirusak di Lasem.

Salah satu atribut kampanye Prabowo – Hatta yang dirusak di Lasem.

Pamotan – Calon Presiden, Prabowo Subianto meminta para pendukungnya untuk membiarkan saja, aksi pengrusakan dan penghilangan atribut kampanye pasangan Prabowo – Hatta. Aksi tersebut tidak perlu dibalas.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Gerindra Kab. Rembang, Sumartono mengatakan peristiwa pengrusakan dan penghilangan atribut kampanye tidak hanya terjadi di wilayah kabupaten Rembang saja, tetapi juga hampir merata di seluruh provinsi Jawa Tengah. Saat pihaknya melaporkan langsung kepada Capres Prabowo Subianto, mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu, mengarahkan supaya pelaku pengrusakan dimaafkan, karena mereka sesama anak bangsa, kemungkinan belum memahami arti berdemokrasi.

Seorang relawan Prabowo di Kec. Pamotan, Suyanto mencontohkan di desa Ringin Kec. Pamotan dua spanduk sore hari masih terpasang, tapi keesokannya sudah hilang. Karena sebagian besar warga mendukung Prabowo – Hatta, mereka kemudian mengganti dengan atribut kampanye yang baru. Ia sendiri merasa penasaran siapa pelakunya. Bisa jadi sambil jalan mengendarai sepeda motor dengan membawa senjata tajam, berpindah pindah, agar sulit terdeteksi. Suyanto mencurigai ada skenario, untuk membuat gaung Prabowo – Hatta meredup. Justru dengan didzalimi seperti itu, dukungan dari masyarakat pemilih diyakini akan semakin menguat.

Kondisi sebaliknya dialami atribut Jokowi – JK. Jasmani, Tim Sukses Jokowi – JK di kecamatan Lasem menyatakan tidak ada atribut Jokowi – JK yang dirusak atau hilang. Kalaupun dicopot, tetap sepengetahuan tim sukses maupun koordinator relawan. Setelah itu digeser ke lokasi lain.

Jasmani menimpali ia pribadi tidak tahu menahu keluhan atribut Prabowo – Hatta yang konon dirusak. Pihaknya sendiri meminta relawan saling menghormati perbedaan pilihan masyarakat, sehingga mereka menghindari aksi anarkis. Karena pelaku belum pernah tertangkap, tentu sulit menyimpulkan apa motifnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *