Flash News
No posts found

Suami Punya WIL, Isteri Nekat Gantung Diri

Polisi mengamankan barang bukti dari dalam kandang ayam. (gambar atas) suami korban, SHR tergeletak di samping jasad isterinya.

Polisi mengamankan barang bukti dari dalam kandang ayam. (gambar atas) suami korban, SHR tergeletak di samping jasad isterinya.

Kaliori – Diduga karena suami mempunyai wanita idaman lain, seorang isteri di dusun Siman desa Sendangagung Kec. Kaliori nekat bunuh diri hingga tewas, Jumat pagi (04 Juli 2014).

Korban bernama Sundari, usia sekira 43 tahun. Wanita tiga anak yang sehari hari membuka warung tersebut ditemukan kali pertama oleh calon menantunya, Heni Puji Lestari (20 tahun), warga Blora sekira pukul 08.15 WIB, di dalam kandang, belakang rumah.

Heni langsung berteriak teriak minta tolong, sehingga mengundang perhatian masyarakat sekitar. Ia bahkan sempat histeris, namun akhirnya mampu ditenangkan warga. Jenazah korban diturunkan, karena menganggap masih bisa diselamatkan. Ternyata sudah meninggal dunia.

Seorang perangkat desa Sendangagung Kec. Kaliori, Purnomo mengaku segera melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Kaliori. Ia sendiri tidak menyangka Almarhumah nekat mengakhiri hidup dengan cara yang tragis, lantaran sehari hari seperti tidak terbebani, meski beredar kabar sang suami, berinisial SHR punya hubungan dengan wanita lain, sejak tiga bulan lalu.

Saat kejadian, SHR kebetulan tengah menunggui isteri keduanya yang menjalani perawatan di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Begitu dikabari Sundari meninggal dunia, ia bergegas pulang. Sampai rumah, pria inipun tak kuasa menahan tangis, seraya terus terusan terbaring di samping jenazah isterinya.

Sementara itu, aparat Polsek Kaliori bersama petugas medis Puskesmas melakukan pemeriksaan jasad korban.

Kapolsek Kaliori, AKP Sunarmin menyatakan tidak menemukan tanda tanda kekerasan. Kematian korban murni gantung diri. Memang mustinya jenazah jangan diturunkan dulu dari TKP, supaya mempermudah penyelidikan. Soal penyebab, ada dugaan dipicu ketidakharmonisan keluarga.

AKP Sunarmin menambahkan dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa kursi untuk tempat memanjat dan tali tampar (plastik). Usai olah TKP, jenazah korban diserahkan pihak keluarga, untuk dimakamkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *