Flash News
No posts found

Bayar Di Bank Tak Sesuai, Rumah Sakit Keluhkan Tarif

Seorang pasien akan dirujuk dari rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, belum lama ini.

Seorang pasien akan dirujuk dari rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, belum lama ini.

Rembang – Lebih dari 70 % warga di kabupaten Rembang atau 500 ribuan orang, sudah dilayani program jaminan kesehatan nasional yang ditangani oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala BPJS Cabang Rembang, Haryanto mengungkapkan paling banyak mereka berasal dari peserta jaminan kesehatan masyarakat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Jamkesmas. Baru kemudian disusul pegawai negeri, TNI, Polri dan peserta mandiri yang datang langsung mendaftarkan diri. Ia berharap agar jaminan kesehatan daerah bernama Jaminan Kesehatan Rembang Sehat (JKRS) dapat segera terintegrasi dengan BPJS, sehingga fasilitas layanannya lebih luas. Ia mencontohkan pemegang kartu JKRS menderita sakit akut, kalau mau rujuk ke rumah sakit lain di luar daerah, tidak bisa leluasa. Berbeda dengan BPJS kesehatan, yang bersifat nasional.

Haryanto mengakui memang masih ada sejumlah keluhan dari peserta BPJS kesehatan, semisal ketika membayar uang iuran di bank, ternyata nilainya lebih besar, dari aturan. Kendala itu pihaknya mulai bisa mengatasi. Selain itu, muncul usulan dari rumah sakit yang menyebutkan besaran tarif BPJS kesehatan belum sesuai dengan beban kerja petugas medis dan kualitas pelayanan pasien, belakangan langsung ditindaklanjuti. Khusus mengenai tarif, BPJS tidak bisa menentukan sendiri, tapi ada pihak lain yang menangani. Maka kedepan akan selalu dikoordinasikan, demi perbaikan sistem tersebut.

Saat ditemui di kantornya, pinggir jalur Pantura JL Sudirman, timur Alun Alun Rembang, Haryanto menambahkan pada awal tahun 2015, layanan BPJS kesehatan akan ditambah cakupan sasarannya, yakni bagi pekerja badan usaha milik negara (BUMN), usaha kecil hingga besar. Tentu mempunyai mekanisme berbeda, dibandingkan peserta Jamkesmas yang secara otomatis masuk BPJS kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *