Flash News
No posts found

Dari Sinilah Semangat Jihad Dikobarkan

Mimbar untuk khotib di Masjid Jami’ Lasem.

Mimbar untuk khotib di Masjid Jami’ Lasem.

Lasem – Mimbar khutbah masjid ini diyakini berusia 420 tahun lebih. Dari mimbar itu pula, menjadi saksi bisu perlawanan terhadap penjajah Belanda. Kami akan hadirkan kisah mimbar khutbah di Masjid Jami’ Lasem tersebut, dalam segmen Cahaya Ramadan.

Memasuki ujung barat Masjid Jami’ Lasem, anda akan menemukan sebuah mimbar khutbah berukuran panjang sekira 3 meter dan lebar 1 meter, terbuat dari kayu jati tua, bermotif penuh ukiran. Posisinya sebelah timur tempat imam. Pada bagian atasnya terdapat semacam cungkup atau kubah kecil.

Abdullah, seorang pemerhati sejarah yang menjaga Masjid Jami Lasem mengungkapkan biasanya Masjid kuno memiliki mimbar semacam itu. Kalau Masjid zaman sekarang, bentuknya lain. Ia menganggap mimbar tersebut sebagai salah satu aset peninggalan yang harus selalu dijaga.

Abdullah menambahkan mimbar telah mengiringi sejarah sejak zaman perang Lasem sampai sekarang. Dalam cerita Babad Lasem dikisahkan Mbah Joyo Tirto atau Kiai Baedlawi kerap berkhutbah di mimbar tersebut, untuk menggelorakan semangat nasionalisme masyarakat, berjihad melawan penjajah Belanda sekira tahun 1742 Masehi. Puncaknya, pejuang pribumi menyerang markas Belanda di Rembang. Masa telah berganti, mimbar lebih banyak berfungsi untuk mengingatkan keislaman umat. Ulama ulama sekelas Kiai Maksoem, Kiai Kholil, Kiai Imam Sofwan dan Kiai muda Sihabudin Ahmad, pernah berkhutbah dari balik mimbar.

Ketika ada peziarah dari luar daerah singgah ke Masjid Jami’ Lasem, rata rata perhatian mereka tertuju pada mimbar khutbah. Ia mengakui memang tersirat kharisma tersendiri.
Dari kharisma para pendahulu pula, harapannya mampu menular kepada jemaah. Giat memakmurkan masjid dan khusyuk beribadah, menunaikan perintah illahi robbi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *