Flash News
No posts found

Ada Protes, Langsung Selesaikan!!!

Kotak suara diserahkan kepada PPK Lasem, usai pencoblosan. (gambar atas) kesibukan KPPS dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, akan menyetor data ke PPS.

Kotak suara diserahkan kepada PPK Lasem, usai pencoblosan. (gambar atas) kesibukan KPPS dusun Torejo desa Mondoteko Rembang, akan menyetor data ke PPS.

Rembang – Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kecurangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang meminta panitia pemungutan suara PPS, membedakan antara surat suara yang sudah dipakai dan tidak.

Komisioner KPU Kab. Rembang, Maftukin menjelaskan setiap tempat pemungutan suara mendapatkan surat suara sesuai jumlah pemilih, ditambah surat suara cadangan 2 %. Misalnya ada 300 orang pemilih, maka surat suara sebanyak 306 lembar. Seusai penghitungan, surat suara yang tidak digunakan, diberi tanda silang dan dimasukkan ke dalam sampul tersendiri. Sedangkan surat suara yang dicoblos pemilih, musti dipisahkan antara sah dan tidak sah. Surat suara sah dikelompokkan masing masing calon, ke dalam sampul. Ia optimis panitia pemungutan suara (PPS) memahami prosedur tersebut. Apalagi kali ini lebih mudah, dibandingkan Pemilu Legislatif lalu.

Maftukin menambahkan, hari Jumat (11 Juli 2014) tahapan Pemilu Presiden masih pada tataran rekap suara manual tingkat desa. Setelah itu dilanjutkan berjenjang ke tingkat kecamatan tanggal 13 – 15 Juli, kabupaten 15 – 17 Juli, provinsi 18 – 19 Juli dan terakhir yang paling ditunggu tunggu, rekapitulasi manual di KPU Pusat, berlangsung antara tanggal 20 – 22 Juli mendatang.

Pantauan Reporter R2B, proses rekap suara ditingkat desa, saksi dari pasangan Prabowo – Hatta dan Jokowi – JK hadir langsung, untuk ikut mencermati.

Maftukin menyarankan begitu ada protes, sebaiknya segera diselesaikan. Kalau masih mengganjal, pasti buntutnya akan panjang, dibawa dalam forum rekapitulasi lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *