Flash News
No posts found

Rame Rame Mangkir, Di Sumber Tercium Motif Lain

Komisoner Panwas Pemilu Kab. Rembang, Eko Pulung menunjukkan salinan surat pemanggilan saksi yang akan diklarifikasi, terkait kasus dugaan politik uang.

Komisoner Panwas Pemilu Kab. Rembang, Eko Pulung menunjukkan salinan surat pemanggilan saksi yang akan diklarifikasi, terkait kasus dugaan politik uang.

Rembang – Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang kesulitan mengklarifikasi dua kasus dugaan politik uang yang dilaporkan oleh tim sukses Jokowi – JK, karena hampir semua saksi menolak memberikan keterangan.

Sebelumnya, dua kasus itu terjadi di desa Narukan Kec. Kragan, diamankan barang bukti uang sebesar Rp 110 ribu dan desa Kalitengah Kec. Pancur Rp 430 ribu. Tuduhan diarahkan bahwa uang tersebut berasal dari kubu pasangan Prabowo – Hatta.

Komisioner Panwas Pemilu Kab. Rembang, Eko Pulung menjelaskan total sekira 21 orang saksi yang diberi undangan, untuk klarifikasi. Pada hari Jumat (11 Juli 2014), undangan sudah diluncurkan dua kali. Selain pelapor dianggap kurang aktif, warga yang diduga menerima uang, juga belum datang ke kantor Panwas Pemilu, di sebelah selatan Perempatan Embongan Mondoteko Rembang. Padahal Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) setempat berulang kali mencoba mendekati. Kabarnya ada saksi yang nekat pergi dari rumah.

Eko Pulung menambahkan pihaknya akan kembali mengirimkan surat undangan ketiga. Kalau saksi pelapor maupun terlapor tidak bersikap kooperatif, tentu laporan tersebut akan mentah di tengah jalan, karena Panwas Pemilu tidak mempunyai kewenangan pemanggilan paksa. Berdasarkan aturan Badan Pengawas Pemilu, penanganan dibatasi waktu. Setelah tiga hari berlalu, memungkinkan ditambah dua hari lagi. Pihaknya memastikan jika sampai Senin pekan depan, saksi tetap menolak datang, maka dugaan money politics itu tidak memenuhi syarat diteruskan kepada Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Informasi lisan adanya pembagian uang saat hari H pemungutan suara, juga terjadi di dusun Sambong desa Jatihadi Kec. Sumber. Ketua Panwas Kecamatan Sumber, Gunanto mengaku diberi barang bukti uang Rp 20 ribu, konon agar memilih Prabowo – Hatta. Tapi yang mengherankan, saksi pelapor belakangan minta tidak perlu ditindaklanjuti. Ia mencurigai adanya skenario lain. Panwas Pemilu musti berhati hati, untuk membedakan apakah memang benar terindikasi pelanggaran atau justru ada tendensi tertentu. Meski demikian secara prinsip, pihaknya siap menampung semua laporan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Gerindra Kab. Rembang, Sumartono menegaskan tim sukses Prabowo – Hatta tidak pernah sedikitpun merancang pembagian uang, untuk mempengaruhi pemilih. Ia menghimbau masyarakat jangan mudah terprovokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *