Flash News
No posts found

“Bahaya, Jangan Ditaruh Belakang…”

Pembeli berjubel di tengah pasar kota Rembang.

Pembeli berjubel di tengah pasar kota Rembang.

Rembang – Ramainya pasar kota Rembang membuat petugas keamanan pasar meningkatkan pengawasan, guna mengantisipasi tindak kejahatan, salah satunya aksi pencopetan.

Kepala Pasar Kota Rembang, Faonzi mengatakan pihaknya terpaksa mempekerjakan petugas penarik retribusi pedagang, sebanyak 13 orang untuk ikut membantu pengamanan pada sore hari hingga waktu berbuka puasa secara bergantian, terutama selama bulan suci Ramadan.
Hal itu karena jumlah keamanan pasar sangat terbatas, hanya 6 orang dibagi tiga sif, bertanggung jawab menjaga pasar seluas itu. Ia mengakui pengunjung akan semakin bertambah, menjelang Lebaran. Biasanya kondisi paling ramai berada di los penjualan pakaian dan kebutuhan pokok. Maka kedua titik tersebut menjadi prioritas utama. Namun selama Ramadan ini, belum ada laporan peristiwa pencopetan.

Meski demikian, Faonzi menghimbau pengunjung pasar lebih waspada, dengan tidak mengenakan perhiasan mencolok dan membawa uang berlebihan, yang bisa memancing seseorang berbuat jahat. Khusus di lokasi keramaian, sebaiknya tetap memperhatikan situasi kanan kiri. Ketika membawa tas berisi barang barang berharga, jangan diletakkan di bagian belakang, karena akan memudahkan pencopet beraksi. Begitu pula saat memarkir kendaraan, pastikan dikunci stang. Pengelola pasar hanya sebatas menyediakan tempat. Begitu ada kehilangan di lokasi penitipan, pengelola tidak akan mengganti. Petugas parkir hendaknya juga bisa mengatur.

Kepala Satuan Sabara Polres Rembang, AKP Binuka Suryo Nugroho menjelaskan pasar Rembang termasuk salah satu obyek vital yang akan dijaga, seminggu sebelum Lebaran. Sejumlah anggotanya akan disiagakan rutin setiap hari di sekitar pasar, supaya memberikan kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *