Flash News
No posts found

“Jerit Tangis Pedagang Langsung Pecah…”

Pedagang desa Kebloran memilih pulang lebih awal. Di belakangnya tampak bangkai bus dan truk terlibat kecelakaan.

Pedagang desa Kebloran memilih pulang lebih awal. Di belakangnya tampak bangkai bus dan truk terlibat kecelakaan.

Kragan – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga buah kendaraan, terjadi di jalur Pantura dekat pasar desa Kebloran Kec. Kragan, Minggu (13 Juli 2014), sekira pukul 06.00 pagi. Jerit tangis para pedagang pasarpun langsung pecah.

Kecelakaan melibatkan bus Pahala Kencana jurusan Jakarta – Malang, truk tronton dan sebuah colt pick up bak terbuka.

Kepala Pos II Lalu Lintas Lasem, Aiptu Heri Yulianto menjelaskan berdasarkan pemeriksaan saksi, diduga bus Pahala Kencana melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian, sopir bus, Dacep Tajudan, warga Cimahi Jawa Barat berusaha menghindari colt pick up usai menurunkan penumpang di dekat pasar. Bus tetap saja menyeruduk colt pick up dan menyerempet lapak tempat berjualan hingga hancur berantakan. Bus kemudian goyang ke kanan dan menabrak truk tronton memuat semen dari arah berlawanan, yang dikemudikan Dedi Santoso, warga Cilacap.

Sopir bus Pahala Kencana maupun sopir truk tronton menderita luka berat. Keduanya menjalani perawatan di rumah sakit dr R Sutrasno dan Puskesmas Kragan II. Sedangkan sopir colt pick up, Wanuri, warga desa Sendangmulyo Kec. Sluke selamat. Selain itu ada tiga orang pedagang pasar yang shock, karena sempat terjatuh di bawah colt pick up. Barang dagangan mereka, seperti ikan dan pisang kocar kacir.

Salah satu pedagang di pasar Kebloran, Sukan mengaku sontak berteriak teriak minta tolong. Ia membantu mengeluarkan pedagang dari bawah colt pick up. Untungnya semua selamat.

Kecelakaan mengakibatkan kemacetan panjang, mulai Pandangan Kragan sampai desa Kalipang Kec. Sarang, sejauh 7 kilo meter lebih. Seorang awak truk, Dedi Purnama menuturkan rencananya akan kirim tepung dari Lampung ke Banyuwangi. Ia terjebak macet selama hampir 6 jam, padahal barang harus segera sampai tujuan.

Kemacetan lama terurai, gara gara Polisi kesulitan mencari mobil derek. Saat ini derek milik Dishubkominfo dan Satlantas rusak. Akhirnya aparat meminta bantuan mobil derek dari Tuban Jawa Timur. Arus lalu lintas hingga Minggu sore diberlakukan sistem buka tutup, menunggu evakuasi truk pengangkut semen yang masih berada di badan jalan.

3 Komentar

  1. Candra Gunawan

    SOPIR PAHALA KENCANA GAK RAMAH, GAK BERMUTU KLU BERHENTIIN PENUMPANG DI PINGGIR JALAN GAK MAU MASUK TERMINAL WALAU KEADAAN MALAM HARI. CUMA MOBIL SAMA PROMO DI INTERNETNYA AJA YANG BAGUS. KLU TIDAK PERCAYA COBA ANDA NAIK PAHALA KENCANA PASTI MENGECEWAKAN. PO PAHALA KENCANA TUTUP AJA DARIPADA NANTI MENCELAKAKAN PENUMPANG

  2. Candra Gunawan

    PERHATIAN. JANGAN KIRIM BARANG LEWAT PAKET PAHALA KENCANA. SAYA PERNAH KIRIM PAKAI PAHALA EXPRESS, SAMPAI DITEMPAT BARANG YANG DITERIMA RUSAK. TIDAK ADA GANTI RUGI, TIDAK ADA TANGGUNG JAWAB, MALAH DIBOLAK BALIK. MAU KOMPLAIN NGGAK DILADENIN. UNTUK SAUDARA2 JANGAN KIRIM PAKET PAKAI PAHALA EXPRESS, ANDA PASTI KECEWA. DEMI ALLAH SAYA TIDAK BERBOHONG

  3. Candra Gunawan

    SOPIR PAHALA KENCANA GAK RAMAH, GAK BERMUTU KLU BERHENTIIN PENUMPANG DI PINGGIR JALAN. MENGECEWAKAN, CUMA MOBIL SAMA PROMO DI INTERNETNYA AJA YANG BAGUS. KLU TIDAK PERCAYA COBA ANDA NAIK PAHALA KENCANA PASTI MENGECEWAKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *