Flash News
No posts found

Bahaya, Ratusan Meter Dibiarkan

Pengendara sepeda motor melintasi bekas kerukan jalan di sebelah barat perempatan Lasem, Selasa pagi.

Pengendara sepeda motor melintasi bekas kerukan jalan di sebelah barat perempatan Lasem, Selasa pagi.

Lasem – Jalur Pantura sebelah barat lampu bangjo perempatan Lasem yang dikeruk alat berat, dianggap membahayakan pengendara sepeda motor.

Sampai hari Selasa (15 Juli 2014), bekas kerukan tersebut masih dibiarkan. Bentuknya seperti garis garis, memanjang hingga 200 meter.

Kasirin, seorang warga dusun Galangan desa Soditan Kec. Lasem yang membuka tambal ban dipinggir jalur Pantura mengatakan bekas kerukan memang tidak terlalu dalam. Tapi cukup banyak dan lebarnya sama persis dengan ban sepeda motor. Ketika turun hujan, menurutnya rawan mengakibatkan sepeda motor tergelincir. Apalagi mendekati arus mudik dan arus balik Lebaran, sudah pasti arus kendaraan akan bertambah ramai. Ia berpendapat mustinya kalau proyek tidak langsung dilanjutkan, jalan jangan dikeruk dulu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalur Pantura Rembang – batas Jawa Timur, Danang Triwibowo menjelaskan jalan dikeruk, karena rencananya akan dibeton. Pembetonan merupakan cara tepat, untuk mengatasi aspal yang bergelombang.

Hanya saja proyek pembetonan jalan, baru dikerjakan setelah Lebaran. Kalau awal puasa kemarin dimulai, justru menghambat kelancaran arus mudik dan arus balik. Dalam kecepatan normal, Danang menganggap bekas kerukan tidak sampai membahayakan pengendara sepeda motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *