Flash News
No posts found

Tak Siap, Kacau!!!

Suasana kegiatan belajar mengajar di SDN Tanjungsari II Rembang. Siswa dan guru belum  memegang buku, sesuai kurikulum baru.

Suasana kegiatan belajar mengajar di SDN Tanjungsari II Rembang. Siswa dan guru belum memegang buku, sesuai kurikulum baru.

Rembang – Sebagian besar buku kurikulum baru 2013, belum sampai di kabupaten Rembang. Akibatnya banyak sekolah khawatir, nantinya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Padahal sesuai target pemerintah, tahun ajaran baru ini, siswa dan guru harus sudah menggunakan buku kurikulum 2013.

Kepala Sekolah SMAN I Rembang, Setyo Purwoko menuturkan siswa kelas X dan XI memakai kurikulum baru, sedangkan kelas XII masih melanjutkan kurikulum tahun 2006. Kebetulan untuk kelas X tidak masalah, meski hampir semua buku belum diterima. Pihaknya terpaksa menggunakan buku cetakan lama, karena tahun kemarin sudah memberlakukan kurikulum baru. Hanya saja siswa kelas XI tetap menunggu buku tiba. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana dengan sekolah lain, yang baru memulai kurikulum baru.

Manajer Bantuan Operasional Sekolah Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Susanto membenarkan buku kurikulum baru sampai hari Selasa (15 Juli 2014), belum lengkap 100 %. Banyaknya penyedia yang ditunjuk pemerintah, justru menyulitkan koordinasi.

Untuk Sekolah Dasar, buku buku tema sudah diterima semua, sedangkan yang belum, buku mata pelajaran agama.
Tingkat SMP, SMA dan SMK ditangani oleh 6 penyedia buku, yakni Pura Barutama Kudus, Aneka Ilmu dan empat lainnya dari Jakarta. Pura Barutama sudah mulai mengirimkan buku siswa ke wilayah kecamatan Sale, Sedan dan Pamotan. Aneka Ilmu juga telah menyalurkan buku agama untuk siswa SMA/ SMK, khusus buku agama tingkat SMP baru sebagian.

Sementara buku pegangan guru dan siswa untuk agama budha, hindu dan kristen yang ditangani penyedia di Jakarta, belum ada kabarnya. Mereka meminta uang ditransfer dulu, setelah itu buku baru dikirim. Ia menolak, karena prosedurnya tidak seperti itu. Untuk mempercepat waktu pengiriman, hampir setiap hari Dinas Pendidikan Kab. Rembang mengontak penyedia buku.

Susanto menambahkan kebutuhan buku bagi SD yakni buku tema dan agama, SMP ada 9 mata pelajaran, kemudian SMA/SMK, juga 9 mata pelajaran. Karena belum lengkap, sekolah dibatasi sampai tanggal 04 Agustus seusai libur Lebaran, harus menerima buku kurikulum baru. Kalau molor lagi, kebetulan Dinas Pendidikan mempunyai CD tentang buku siswa dan buku guru SD – SMA. Sebagai langkah antisipasi, isinya akan disampaikan melalui pelatihan kelompok penyelenggara kurikulum baru, agar diteruskan kepada sekolah.

Ia menjamin kurikulum baru tidak akan memberatkan siswa, karena pengadaan buku ditanggung pemerintah. SD – SMP sumber dananya berasal dari bantuan sosial provinsi ditambah 5 % dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler, sedangkan SMA – SMK ditanggung dana BOS reguler. Nantinya ketika menginjak semester II, seluruh pengadaan buku dibiayani dana alokasi khusus (DAK).

Semangat kurikulum baru ini lebih membebaskan siswa berkreasi, guru tinggal mengawasi dan mengarahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *