Flash News
No posts found

Kuatnya Islam Dari Bekas Lumbung Padi

Mushola bekas lumbung padi di dusun Nglongko tetap bertahan, Kamis pagi (17 Juli 2014).

Mushola bekas lumbung padi di dusun Nglongko tetap bertahan, Kamis pagi (17 Juli 2014).

Warga di dusun ini masih mempertahankan sebuah langgar atau mushola kecil, yang dulunya merupakan lumbung padi. Meski demikian semangat jemaah untuk memakmurkan langgar, sungguh luar biasa. Kami akan hadirkan liputannya dalam segmen Cahaya Ramadan.

Pamotan – Masyarakat dusun Nglongko desa Bangunrejo Kec. Pamotan mempunyai sebuah langgar kecil, hanya berukuran 3 x 6 meter. Bangunan langgar berbentuk seperti rumah panggung, mirip lumbung padi pada zaman dahulu atau biasa disebut rumah gladak.

Asmuri, tokoh agama dusun Nglongko desa Bangunrejo menceritakan era tahun 1970 an, kakeknya Sajiman membeli sebuah bangunan dari luar kampung. Setelah itu didirikan untuk langgar, karena merasa prihatin warga banyak mengaji di rumah, gara gara belum mempunyai langgar.

Kalau melihat kondisinya sekarang, memang agak memprihatinkan. Di sejumlah titik, terdapat kayu berlubang. Bahkan tempat imamnya, terbuka hampir separuh. Ia mengakui jemaah sebenarnya ingin bangunan diperbesar, namun keterbatasan biaya membuat mereka belum mampu mewujudkan angan angan tersebut.

Asmuri menambahkan meski kurang layak, namun semangat warga untuk beribadah di mushola itu tergolong cukup tinggi.

Seusai sholat berjamaah, kegiatan mengaji kitab suci Alquran tumbuh subur. Bahkan ketika sholat tarawih, jemaah sampai meluber keluar dan terpaksa harus menggunakan tikar.

Keberadaan mushola kuno menjadi nilai tambah tersendiri, ditengah tiga masjid besar yang berdiri megah di desa Bangunrejo. Seandainya kelak mushola bisa direnovasi, Asmuri menganggap sisa kayu jati kuno tetap akan dimanfaatkan, untuk tiang atau penyangga bagian atas. Sekaligus untuk mengingatkan perjuangan para pendahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *