Flash News
No posts found

“Muhfid Anak Baik, Kami Kaget Dia Dihantam Sepur…”

Kecelakaan kereta api dan truk pengangkut crane di Sidoharjo Jawa Timur, Kamis dini hari (kaskus).

Kecelakaan kereta api dan truk pengangkut crane di Sidoharjo Jawa Timur, Kamis dini hari (kaskus).

Gunem – Seorang warga desa Suntri Kec. Gunem menjadi korban kecelakaan lalu lintas, antara kereta api inspeksi yang biasa digunakan untuk inspeksi pejabat PT Kereta Api Indonesia, dengan sebuah truk pengangkut alat berat crane, di perlintasan wilayah Buduran, Sidoharjo Jawa Timur, Kamis dini hari tadi (17 Juli 2014).

Korban adalah Abdul Muhfid, masih berstatus perjaka, usia sekira 23 tahun, anak pasangan Sutar – Sureni. Abdul Muhfid merupakan sopir truk yang mengangkut alat berat crane, kemudian dihantam kereta api.

Kepala Desa Suntri Kec. Gunem, Siswoyo menjelaskan kebetulan di dalam HP korban menyimpan nomor seorang ulama, Abdul Rohman asal desa Lambangan Kec. Bulu. Abdul Rohman kali pertama menerima informasi kecelakaan dari kepolisian Sidoharjo, setelah itu langsung diteruskan kepada pihak keluarga.

Siswoyo menambahkan Almarhum Abdul Muhfid selama ini dikenal anak yang baik dan mudah bergaul. Bahkan ketika pulang kampung, sering jajan bareng dengan teman temannya.

Begitu jenazah Muhfid tiba di rumah duka, sekira pukul 10.00 Kamis pagi, seketika disambut jerit tangis keluarga dan tetangga korban. Selang dua jam kemudian, jenazah dimakamkan.
Muhfid tidak menjadi korban satu satunya. Dalam tabrakan maut itu, masinis kereta api juga ikut tewas, sedangkan 4 orang korban lainnya menderita luka berat dan luka ringan. Peristiwa kecelakaan tersebut menjadi topik utama sejumlah media nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *