Flash News
No posts found

Sisa Kebaikan Masa Penjajahan

Sumur tua peninggalan zaman Belanda di kawasan Gambiran Rembang.

Sumur tua peninggalan zaman Belanda di kawasan Gambiran Rembang.

Rembang – Warga di Rembang, mengandalkan sejumlah sumur tua peninggalan zaman Belanda, untuk mengatasi kekeringan. Meski musim kemarau sekalipun, sumur tersebut tetap mengeluarkan sumber air. Yang unik, rasanya juga tawar, padahal dekat dengan laut.

Masa penjajahan Belanda yang menyengsarakan penduduk pribumi kala itu, ternyata menyisakan sisi positif dan masih bisa dinikmati warga sampai sekarang.

Salah satunya adalah sumur tua peninggalan Belanda. Dulu penjajah membangun sumur di setiap perempatan jalan wilayah kota Rembang. Air dialirkan dari puncak pegunungan Kajar Kec. Lasem, melalui pipa pipa besi ke dalam sumur. Lambat laun setelah Indonesia merdeka, instalasi air tidak dijaga dengan baik oleh pemerintah. Banyak sumur akhirnya tertutup proyek pelebaran jalan, sedangkan pipa pipanya sebagian besar hilang dicuri.

Tan See Ming, seorang warga Jl Dr Wahidin menyayangkan hal itu. Padahal kalau jalur pipa benar benar dirawat, tentu akan sangat bermanfaat. Tapi ia bersyukur masih ada tiga sumur yang tetap bertahan, seperti di jalan Dr Wahidin dan kawasan Gambiran Rembang.

Setiap hari, sumur tersebut selalu didatangi masyarakat. Tak hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, air sumur juga diperjualbelikan, untuk menopang sektor perikanan di TPI Tasikagung dan kegiatan proyek. Munzawi, warga dusun Grajen desa Sumberejo Rembang misalnya. Ia mengambil air dari sumur, kemudian dijual. Munzawi mengungkapkan satu tandon besar, dijual seharga Rp 30 – 50 ribu.

Munzawi menambahkan warga senang memanfaatkan air dari sumur itu, karena debetnya stabil dan memiliki rasa tawar. Yang mengherankan, sumur lain di sekitar lokasi tersebut memiliki rasa asin.

Biasanya sumur tua peninggalan Belanda akan semakin ramai, ketika puncak musim kemarau, antara bulan September hingga Oktober mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *