Flash News
No posts found

Tak Ingin Dengar Lagi, Dimonopoli Dan Digadaikan

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz melihat bantuan traktor yang diserahkan kepada kelompok tani, baru baru ini.

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz melihat bantuan traktor yang diserahkan kepada kelompok tani, baru baru ini.

Rembang – Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz meminta kelompok tani yang menerima bantuan traktor, untuk menggunakan sesuai peruntukannya. Pemkab tak ingin mendengar lagi ada bantuan traktor digadaikan kepada pihak luar desa, apalagi sampai dipindahtangankan.

Abdul Hafidz juga mengingatkan bantuan traktor bukan hanya untuk ketua kelompok tani. Menurutnya jangan dikuasai sendiri. Semisal ada warga lain diluar kelompok membutuhkan, tetap harus mendapatkan kesempatan, asalkan kebutuhan kelompok sudah selesai.

Abdul Hafidz menambahkan dari total lahan sawah dan tegalan seluas 63 ribuan hektar di kabupaten Rembang, idealnya membutuhkan 2.500 an traktor. Sekarang masih kurang sekira 1.500 unit traktor. Nantinya Pemkab akan memenuhi secara bertahap.

Baru baru ini, Abdul Hafidz menyerahkan bantuan traktor di halaman Dinas Pertanian Dan Kehutanan.

Jumlah traktor yang diberikan kepada kelompok tani sejumlah 16 unit, masing masing kepada kelompok tani di kecamatan sarang 3 unit, kecamatan kragan 6 unit, kecamatan sluke 1 unit, kecamatan gunem 1 unit, kecamatan sulang 1 unit, kecamatan pamotan 1 unit, kecamatan rembang 1 unit, kecamatan sumber 1 unit dan kecamatan lasem 1 unit. Selain itu dibagikan pula 28 unit pompa air.

Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu dari desa Sudan Kec. Kragan, Abdul Rohmat mengaku senang, karena bantuan traktor bisa mempercepat pengolahan lahan pertanian. Nantinya khusus biaya bahan bakar, pemakai membeli sendiri, sedangkan perawatan rutin ditanggung bersama sama.

Ketua kelompok tani Ngudi Makmur desa Trahan Kec. Sluke, Prawito mengatakan pemberian pompa air kepada kelompoknya sangat tepat, untuk mengejar target peningkatan produksi pertanian. Satu pompa air diperkirakan mampu mengairi 12 hektar sawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *