Flash News
No posts found

Massa Bubarkan Buka Bersama, Polisi Pantau 2 Desa

Massa kubu penolak semen.

Massa kubu penolak semen.

Gunem – Kegiatan buka bersama di desa Timbrangan Kec. Gunem, Senin petang berlangsung kisruh. Buka bersama diselenggarakan oleh PT Semen Indonesia di rumah Dadang, salah satu tokoh pendukung pembangunan pabrik semen.

Buka bersama dihadiri perwakilan dari PT Semen Indonesia dan 200 an orang warga. Saat pembacaan ayat suci Alquran, tiba tiba 50 an orang penolak pabrik semen datang ke lokasi. Mereka meminta supaya kegiatan tersebut dihentikan. Kasmun, seorang warga desa Timbrangan beralasan buka bersama tidak mendapatkan izin dari pemerintah desa setempat. Massa juga membawa sejumlah poster menolak pabrik semen.

Agar situasi tidak semakin memanas, kedua belah pihak dipertemukan ke Balai Desa Timbrangan. Kades Timbrangan, Nyoto menengahi, sambil didampingi aparat keamanan. Setelah itu ada kesepakatan, yakni selama Nyoto masih memimpin desa Timbrangan, PT Semen Indonesia diharapkan tidak menggelar kegiatan maupun memberikan bantuan di desa Timbrangan. Mengingat warga terpecah antara pro dan kontra, sehingga rawan konflik. Kalau PT Semen Indonesia akan mengadakan kegiatan serupa, tempatnya harus diluar desa Timbrangan. Karena ada penghentian paksa, acara buka bersama tidak dilanjutkan sampai selesai. Namun paket Sembako sudah dibagikan kepada tamu undangan yang hadir.

Camat Gunem, Teguh Gunawarman menyesalkan peristiwa tersebut. Ia pribadi menghimbau masyarakat yang menolak maupun menyetujui pembangunan pabrik semen, saling menghormati satu sama lain. Berbeda pendapat merupakan hal biasa dalam berdemokrasi. Ketika tidak satu arah pemikiran, mustinya jangan saling mengganggu.

Teguh Gunawarman menambahkan pihaknya bersama Forum Pimpinan Kecamatan, hari Selasa (22 Juli 2014) membahas langkah langkah kedepan. Untuk menentukan boleh tidaknya sebuah kegiatan dari sisi kajian keamanan, aparat kepolisian yang berhak menentukan.

Kapolsek Gunem, AKP Urip Prihadi menjelaskan anggotanya terus memantau kondisi desa Timbrangan dan Tegaldowo. Situasi relatif cukup terkendali. Selama tidak melakukan aksi kekerasan, polisi mengandalkan upaya pendekatan secara baik baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *