Flash News
No posts found

Lapor Presiden, Prihatin Keterlibatan Anak Dan Aksi Telanjang

Ketua KPAD Tegaldowo, Suharti menunjukkan surat laporannya kepada sejumlah pihak terkait.

Ketua KPAD Tegaldowo, Suharti menunjukkan surat laporannya kepada sejumlah pihak terkait.

Rembang – Komite Perlindungan Anak Desa (KPAD) desa Tegaldowo Kec. Gunem, melapor kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan presiden SBY sebagai bentuk keprihatinan atas masalah demo penolakan pabrik semen yang sering melibatkan anak anak.

Suharti, Ketua KPAD Tegaldowo menjelaskan sejak tanggal 16 Juni lalu, ketika peletakan batu pertama pabrik semen PT Semen Indonesia, puluhan kaum wanita dari desa Tegaldowo dan Timbrangan mendirikan tenda, sebagai bentuk protes. Sampai hari Kamis (24/7), warga masih terus bertahan. Di bawah tenda tak hanya orang dewasa saja, tetapi juga terdapat anak anak, karena harus mengikuti ibunya. Suharti merasa kasihan, kalau siang situasi sekitar tenda panas dan berdebu, sedangkan pada malam hari udara di tengah hutan cukup dingin. Pihaknya mengirimkan surat tertulis, bukan berarti meminta warga mendukung pabrik semen, tetapi semata mata agar masyarakat tidak lagi melibatkan anak anak.

Suharti juga menyayangkan tindakan kaum wanita penolak pabrik semen yang pernah nekat telanjang di hadapan aparat keamanan, ketika demo, beberapa waktu lalu.

Ia sempat menanyakan langsung. Warga beralasan telanjang merupakan jurus terakhir, untuk melawan pembangunan pabrik semen. Menurutnya cara nekat seperti itu, sudah parah dan terkesan menurunkan derajat wanita.

Setelah laporan diterima, Suharti berharap pemerintah serius menanggapi. Pasti ada solusi, supaya anak anak maupun wanita tidak menjadi sasaran eksploitasi.

Sementara itu, peserta aksi di bawah tenda dekat akses jalan menuju pabrik semen, menyatakan siap melakukan apa saja, asalkan pabrik semen hengkang. Bagi mereka, keikutsertaan anak anak adalah bagian perjuangan. Kalau ditinggal di rumah, justru akan tidak terawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *