Flash News
No posts found

Titik Kesemrawutan, Mana Saja ?

Semrawutnya jalur Pantura di pertigaan Plawangan Kec. Kragan. (gambar atas) Forkompinda Rembang memantau salah satu posko pengamanan Lebaran.

Semrawutnya jalur Pantura di pertigaan Plawangan Kec. Kragan. (gambar atas) Forkompinda Rembang memantau salah satu posko pengamanan Lebaran.

Rembang – Sejumlah titik di jalur Pantura kabupaten Rembang, berpotensi menimbulkan kesemrawutan, karena berdekatan dengan pasar dan pusat kegiatan perekonomian masyarakat.

Diantaranya yakni pertigaan desa Plawangan Kec. Kragan, depan pasar Kragan, sekitar pasar Kebloran Kec. Kragan dan pertigaan pasar Sarang.

Hamim, Kepala Desa Plawangan Kec. Kragan menuturkan saat arus mudik seperti sekarang, kondisi jalur Pantura semakin padat. Tak hanya pemudik yang melintas, tetapi juga bercampur menjadi satu dengan iring iringan truk pengangkut bahan tambang, kerap menyeberang jalan dari arah selatan. Akibatnya arus lalu lintas kerap tersendat. Pihaknya berharap pemerintah kabupaten Rembang memasang lampu pengatur lalu lintas. Menurut Hamim, kalau hanya diberi lampu kedip kedip warna kuning (warning light), belum mampu mengatasi masalah kesemrawutan di Pertigaan Plawangan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono membenarkan pengguna jalan memang cenderung tidak mempedulikan keberadaan lampu warning light.

Maka untuk titik titik rawan kemacetan, kedepan akan diusulkan pemasangan lampu pengatur lalu lintas atau biasa disebut lampu bang jo. Tahun 2015 Dishubkominfo mengajukan sejumlah usulan, termasuk untuk pertigaan Plawangan. Jika ternyata sudah sangat mendesak, bisa saja mencoba pengadaan melalui anggaran daerah.

Sementara itu, hari Kamis (24 Juli 2014), Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama forum komunikasi pimpinan daerah menggelar pantauan jalur Pantura dan posko pengamanan lebaran. Menurutnya kesiapan obat obatan, mobil ambulans maupun personel tim gabungan, tidak ada masalah.

Hafidz menambahkan gelombang arus mudik yang memasuki wilayah kabupaten Rembang, hari Kamis terpantau ramai lancar. Mobil mobil pribadi bernomor polisi Jakarta mendominasi.

Diprediksi puncak arus mudik, baru akan terjadi pada hari Jumat dan Sabtu, H – 2 sebelum Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *