Flash News
No posts found

Berjatuhan, Korban Di Tengah Thong Thongklek

Korban Agus S, menjalani perawatan di rumah sakit. Ia diduga menjadi korban pemukulan oknum peserta thong thong klek.

Korban Agus S, menjalani perawatan di rumah sakit. Ia diduga menjadi korban pemukulan oknum peserta thong thong klek.

Rembang – Dua orang penonton karnaval kesenian thong-thongklek dilarikan ke rumah sakit Dr. R Soetrasno Rembang, setelah menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal, Jumat (25 Juli 2014) sekira pukul 01.00 dini hari.

Korban pertama yang masuk ruang instalasi gawat darurat yakni Agus Sugiarto (24 tahun), warga desa Kunir Kecamatan Sulang. Ia mendapatkan tujuh jahitan di atas mata kiri setelah dihantam kentongan oleh salah satu peserta lomba di jalan dekat mini market Tawangsari, Kelurahan Leteh.

Dadang, teman Agus mengaku tidak tahu pasti kenapa sampai terjadi tindak anarkis seperti itu.

Selang seperempat jam kemudian, korban ke dua menyusul masuk IGD, Sugiarto (20 tahun), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Jaken, Pati. Pemuda yang mabuk berat ini babak belur dikeroyok massa di dekat kantor BRI Tawangsari.

Jatuhnya korban akibat karnaval thong tongklek ini, menuai kecaman keras sejumlah kalangan. Badriono, seorang penonton menganggap kesenian thong thongklek yang diselenggarakan Dinbudparpora, musti dievaluasi.

Kepala Dinbudparpora Kab. Rembang, Sunarto mengaku prihatin atas sejumlah peristiwa kekerasan. Sejak awal pihaknya dalam temu tekhnik meminta peserta menghindari minum Miras, yang dikhawatirkan memancing keributan. Banyaknya penonton dan peserta, tentu tak bisa diawasi oleh panitia satu per satu. Ia setuju ada evaluasi, tapi festival thong thong klek kedepan akan tetap dilestarikan.

Kalau ada anggapan jauh dari nuansa bulan suci Ramadan, Sunarto menimpali panitia telah berupaya menambah lagu wajib yang syairnya berisi tentang Islam.
Pihaknya menyadari kelompok thong thongklek tradisional yang dilombakan, justru tenggelam dengan kelompok elektrik sebagai penggembira. Memang kelompok elektrik belakangan semakin banyak, kelak penataan jarak harus diatur lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *