Flash News
No posts found

Tak Betah Disuruh Antre 2 Minggu, Ini Solusinya

Sugiyanto “togog”, penyedia tukar uang baru sabar menunggu.

Sugiyanto “togog”, penyedia tukar uang baru sabar menunggu.

Rembang – Jasa penukaran uang baru laris manis menjelang Lebaran. Bisnis seperti ini dimanfaatkan oleh sejumlah orang luar daerah, untuk masuk ke Rembang.

Salah satunya Sugiyanto “togog”, warga Blora. Ia sejak pagi sampai dengan pukul tujuh malam, menjajakan berbagai pecahan uang baru, mulai dari seribu, dua ribu hingga lima ribu rupiah di sekitar bundaran pasar Rembang. Uang baru tersebut diambil dari Semarang, kemudian ada yang mengkoordinir, untuk menyebar ke berbagai lokasi, seperti Rembang dan Lasem.

Menurutnya setiap uang baru senilai Rp 100 ribu, pembeli memberikan semacam uang jasa Rp 15 ribu. Kalau lebih banyak, maka tinggal mengalikan saja. Sehari, rata rata mampu menjual uang baru hingga Rp 2 juta.

Seorang warga yang menukar uang baru, Sri Purwati mengaku rutin setiap Lebaran menyediakan uang baru Rp 500 ribu, untuk dibagikan kepada anak anak, ketika datang silaturahmi ke rumahnya, sebagai bentuk berbagi rezeki.

Semula ia mencoba menukar uang ke bank, tapi diminta antre menunggu selama dua minggu. Karena terlalu lama, Sri yang memiliki mertua di Lasem ini memilih memanfaatkan jasa penukaran uang.

Meski sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap penukaran uang baru termasuk haram, karena mengandung riba, namun Sri menilai semua dikembalikan kepada pribadi masing masing. Biasanya masyarakat butuh dan tidak ada unsur paksaan. Apalagi tarif yang dibandrol penyedia jasa, juga masih wajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *