Flash News
No posts found

Nenek Tangguh, “Ibadah” Di Luar Masjid

Karminah siaga di lokasi parkir Masjid An Nur Kasingan, Jumat malam.

Karminah siaga di lokasi parkir Masjid An Nur Kasingan, Jumat malam.

Meski usianya sudah uzur, namun wanita ini cukup trengginas mengamankan lokasi parkir Masjid. Ketika para jemaah khusyuk beribadah, ia bertanggung jawab penuh mengawasi kendaraan. Kami akan hadirkan profil Karminah, seorang nenek tangguh dalam segmen Cahaya Ramadan berikut ini.

Rembang – Karminah (61 tahun), warga desa Kabongan Kidul Rembang, malam itu sibuk mengatur parkir kendaraan di Masjid An Nur Kasingan desa Sukoharjo Rembang. Sesekali juga membantu warga yang akan menyeberang jalur Pantura. Topi dan seragam lengkap ala security, membuat Karminah menjelma menjadi sosok baru, tak sekedar ibu rumah tangga biasa.

Yah..sejak beberapa bulan silam, wanita 6 anak dengan 8 cucu tersebut diberi tugas pengurus Masjid An Nur, untuk menjaga parkir. Berawal dari kisah sebuah mobil milik pengusaha asal Semarang yang singgah sholat jum’at, dipecah oleh pelaku kejahatan. Kemudian uang didalamnya dibawa kabur. Semenjak itu, Karminah menjalani profesi tukang parkir di halaman Masjid An Nur.

Karminah mengungkapkan saat ditawari kali pertama, agak kaget. Pasalnya, masih banyak tenaga tenaga muda, kenapa justru memanfaatkan kaum lanjut usia. Begitu didesak, Karminahpun menyanggupi. Baginya, menata parkir bukanlah hal baru, karena sebelumnya cukup lama menangani parkir kendaraan di dekat makam desa Kabongan Kidul.

Soal honor, seminggu sekali bersamaan sholat jum’at mendapatkan bayaran Rp 50 ribu. Beda lagi selama bulan suci Ramadan. Setiap malam bersama salah satu putranya, Karwolo rutin menjaga kendaraan milik jemaah yang sholat tarawih. 10 hari sekali menerima Rp 500 ribu. Menurutnya lumayan, untuk menyambung ekonomi keluarga sehari hari. Apalagi belasan tahun musti berjuang seorang diri, setelah sang suami meninggal dunia.

Karminah menimpali sejauh ini situasi relatif terkendali. Belum ada yang berani mencoba melancarkan aksi kejahatan. Ia berharap tetap aman, sehingga jemaah lebih khusyuk beribadah.
Meski sering bergelut dengan udara malam, Karminah mengaku jarang sakit. Begitu merasakan tidak enak badan, solusinya kaki hanya dipijat. Setelah itu siap beraktivitas kembali.

Lalu sampai kapan akan menjadi tukang parkir ? Sambil terkekeh, nenek berpenampilan layaknya anak muda ini menjawab, sampai tidak kuat lagi tenaganya. Tentu kelak akan mempunyai banyak waktu beribadah, tak melulu menjaga umat beribadah. Meski ia meyakini keduanya sama sama berpahala.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *